Gempa Bumi
Baru Saja Terjadi! Gempa Bumi di Pesisir Jawa Sabtu 28 Februari 2026, Kedalaman 10 Km
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,6 terjadi di wilayah selatan Jawa, Sabtu (28/2/2026) pukul 13.51 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Baru-saja-terjadi-gempa-bumi-di-pesisir-Jawa-Sabtu-28-Feb-2026.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,6 terjadi di wilayah selatan Jawa, Sabtu (28/2/2026) pukul 13.51 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 8,64 Lintang Selatan dan 109,05 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
Lokasi ini berada di wilayah laut selatan Pulau Jawa, sehingga dampaknya lebih kecil di daratan.
BMKG menyampaikan informasi ini bersifat awal dan dapat berubah seiring pemutakhiran data.
Jawa Selatan Rawan Gempa Tektonik
Wilayah selatan Pulau Jawa berada di jalur subduksi aktif, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Aktivitas ini menjadikan kawasan selatan Jawa rawan gempa, termasuk gempa dangkal maupun menengah.
Baca juga: DPRD Provinsi Gorontalo Tetap Ngebut Rapat hingga Siapkan Paripurna LKP di Momen Ramadan
Selain zona subduksi, patahan aktif di daratan Jawa juga berpotensi memicu gempa tektonik.
Magnitudo 2,6 dan Kedalaman 10 Km
Gempa dengan magnitudo 2,6 tergolong kecil. Kedalaman 10 kilometer membuatnya termasuk kategori dangkal, sehingga getaran bisa dirasakan lemah oleh sebagian masyarakat di pesisir selatan Jawa.
Hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
Imbauan BMKG dan Tips Hadapi Gempa
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memantau informasi resmi melalui kanal BMKG. Warga juga disarankan:
- Tetap tenang dan lindungi kepala saat gempa terjadi
- Menjauhi bangunan retak, kaca, dan benda yang mudah jatuh
- Segera menuju area terbuka jika berada di dalam bangunan
- Mengenali jalur evakuasi di lingkungan masing-masing
- Tetap Tenang dan Pantau Informasi Resmi
BMKG menekankan masyarakat agar tetap waspada, namun tidak panik. Warga diimbau terus mengikuti informasi resmi BMKG terkait aktivitas kegempaan di wilayah selatan Pulau Jawa.
(*)