Demo DPR RI
Gas Air Mata, Api, dan Teriakan Ampunan: Cerita di Balik 9 Nyawa yang Hilang
Sebanyak 9 orang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa berujung anarkis di sejumlah daerah di Indonesia pada 25 Agustus-1 September 2025.
Massa menyerangnya secara brutal, menyebabkan pendarahan otak dan retak tulang tengkorak. Dandi sempat dirawat di RSUP Kemenkes Makassar, namun nyawanya tidak tertolong
6. Rheza Sendy Pratama
Rheza Sendy Pratama, mahasiswa semester V Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, meninggal dunia dalam kericuhan demonstrasi di depan Markas Polda DIY, Ring Road Utara, pada Minggu pagi, 31 Agustus 2025.
Rheza sempat dibawa ke RSUP Dr. Sardjito, namun nyawanya tak tertolong. Ayahnya, Yoyon Surono, menemukan luka-luka mencurigakan saat memandikan jenazah:
Leher kiri diduga patah
Baca juga: PPPK Paruh Waktu 2025 Hanya Kerja 4 Jam, Apakah Dapat Tunjangan Anak? Ini Jawabannya
Perut kanan terdapat bekas pijakan sepatu PDL
Luka lecet di tangan, kaki, punggung, kepala bocor, dan bekas sayatan
Hingga kini, keluarga belum menerima penjelasan resmi terkait penyebab pasti luka-luka tersebut
7. Sumari
Sumari, seorang penarik becak berusia 60 tahun di Surakarta, meninggal dunia dalam gelombang demonstrasi yang terjadi pada 29 Agustus 2025. Ia bukan peserta aksi, melainkan warga biasa yang terkena dampak langsung dari kericuhan.
Sumari sedang tidur di becaknya di pinggir jalan saat demonstrasi berlangsung. Ia terkena paparan gas air mata yang ditembakkan aparat untuk membubarkan massa. Diduga mengalami serangan jantung dan kambuhnya asma, sehingga nyawanya tidak tertolong
8. Andika Lutfi Falah
Andika Lutfi Falah, pelajar kelas 11 SMK Negeri 14 Kabupaten Tangerang, meninggal dunia setelah mengalami luka berat dalam kerusuhan demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Andika pamit kepada keluarga untuk pergi ke sekolah seperti biasa. Tanpa sepengetahuan orang tua, ia ikut aksi demonstrasi di Jakarta. Ia mengalami benturan benda tumpul di bagian belakang kepala, menyebabkan koma
Sempat dirawat intensif di RS Dr. Mintoharjo, namun meninggal dunia pada Sabtu, 30 Agustus 2025
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Demostrasi-Masyarakat-mxbd.jpg)