Update Demo
Permintaan Maaf DPR RI Belum Redakan Amarah Rakyat, Ini Langkah yang Harus Dilakukan
Permintaan maaf DPR RI dinilai tak cukup redam amarah warga, langkah nyata seperti revisi UU dan tinjau kembali kebijakan diperlukan segera.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Permintaan maaf terbuka dari anggota DPR RI dinilai belum mampu menenangkan amarah masyarakat yang menjarah rumah pejabat akhir pekan lalu.
Pengamat politik menekankan bahwa kemarahan warga bukan hanya akibat perilaku anggota dewan, tetapi juga akumulasi ketidakpuasan terhadap kesenjangan sosial yang terlihat mencolok.
Menurut Ray Rangkuti, pendiri Lingkar Madani (LIMA), kata maaf saja tidak cukup karena masyarakat kini sudah skeptis terhadap janji-janji politik yang sering terlupakan.
Pengamat itu menekankan bahwa langkah konkret dari DPR RI harus segera dilakukan, termasuk meninjau kembali UU Omnibuslaw, memperkuat KPK, menuntaskan RUU Perampasan Aset, serta melakukan evaluasi KUHAP.
Baca juga: Usai Demo Ricuh, DPR RI Janji Cabut Beberapa Kebijakan yang Membebani dan Tinjau Ulang Tunjangan
Jika tindakan ini diabaikan, ia memperingatkan bahwa ketidakpercayaan dan potensi teror terhadap anggota dewan kemungkinan besar tidak akan mereda.
Dilansir dari WartaKota.com, Ray juga menilai bahwa penjarahan rumah pejabat pada Sabtu kemarin merupakan kalkulasi kemarahan warga selama puluhan tahun.
Bukan hanya karena kinerja DPR RI yang buruk, namun gaya hidup pejabat yang mempertontonkan kesenjangan sosial yang curam di masyarakat juga menjadikan hal tersebut sebuah bahan bakar untuk aksi penjarahan.
Maka Pendiri Lingkar Madani (LIMA) itu menduga bahwa permintaan maaf para pejabat saja tidak terlalu cukup untuk meredam emosi warga.
Menurutnya minta maaf memang perlu.
Baca juga: Sri Mulyani, Diisukan Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan Pasca Rumahnya Dijarah Massa
Namun melihat reaksi masyarakat saat ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah tidak percaya lagi hanya dengan kata-kata DPR RI.
Terlebih pejabat yang kerap mengumbar janji kemudian mudah melupakannya apabila masyarakat lengah sedikit saja.
“Karena saat ini rakyat sudah pada level kerap dijanjikan ini itu, rakyat lupa sedikit dia lupa panjang banget,” ucap Ray Rangkuti dihubungi pada Minggu (31/8/2025).
Maka kata Ray Rangkuti, DPR RI harus segera memulai untuk mengerjakan tuntutan rakyat secepatnya.
Menurut Pegiat antikorupsi itu apabila langkah nyata itu tidak segera diambil DPR RI maka jangan harap teror terhadap anggota dewan berhenti sampai di hari ini saja.
Sebab publik sudah hafal dengan gaya Elit yang kerap berjanji dan kemudian pura-pura lupa.
Baca juga: Tips Aman Bagi Pekerja WFO Saat Gelombang Demo, Plus Nomor Darurat yang Perlu Disimpan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/demonstrasi-2025.jpg)