Update Demo
Lucinta Luna Ikut Demo, Orasi Pakai Helm Ojol, Panjat Pagar DPR dan Kibarkan Bendera One Piece
Lucinta Luna bikin heboh demo di DPR, panjat pagar pakai helm ojol, kibarkan bendera One Piece, dan teriak orasi lantang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lucinta-Luna-demo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI kembali menyedot perhatian publik, namun kali ini bukan hanya karena tuntutan massa.
Sosok selebgram Lucinta Luna ikut turun ke jalan dan langsung mencuri sorotan lewat penampilannya yang nyentrik.
Dalam kerumunan demonstran, Lucinta tampil berbeda dengan helm ojek online berwarna hijau yang menutupi kepalanya.
Tak berhenti di situ, ia nekat memanjat pagar DPR RI sambil mengibarkan bendera bergambar karakter anime One Piece, membuat massa yang hadir bersorak riuh.
Lewat pengeras suara, Lucinta menyuarakan kekecewaannya terhadap DPR RI.
Ia menuding para wakil rakyat tidak berpihak pada masyarakat kecil dan meminta agar publik tidak lagi dibodohi.
Aksinya pun viral di media sosial dan menambah daftar panjang momen unik dalam gelombang unjuk rasa beberapa hari terakhir.
Dilansir dari Tribunnews.com, Lucinta Luna pun menggunakan Pakaiannya pun nyentrik berwarna hitam dengan loreng hitam.
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah dalam instagram milik resminya, Lucintaluna_manjalita.
Lucinta Luna Orasi
Dalam rekaman itu, Lucinta terlihat penuh semangat menyampaikan orasinya kepada masa di depan gedung DPR.
"Hari ini kita semua sudah berdiri di (depan gedung DPR, MPR. Gw sengaja pakai helm golek karena kita mau mengenang almarhum mas Affan," teriak Lucinta dengan pengeras suara, dikutip Tribunnews.com, Minggu (31/8/2025).
Lucinta kemudian menyampaikan kekecewaannya terhadap DPR RI yang mendapat sorak sorai dari massa.
"Bubarkan DPR, bubarkan anggota DPR, stop bayar pajak, jangan pada manipulasi rakyatnya kasihan rakyatnya. Jangan mau dibodoh-bodohin," ujar Lucinta.
Tidak berselang lama, Lucinta turut mengibarkan bendera One Piece yang dibawa oleh salah satu pendemo.
Di atas pagar pembatas beton, Lucinta kemudian terlihat mengibarkan bendera One Piece.
Aksi ini kemudian menuai dukungan dari para massa yang ada.
Gelombang Demo Belum Reda, Ini Deretan Kota di Indonesia yang Masih Memanas, Ada Jakarta hingga Bali
Gelombang demonstrasi di berbagai daerah Indonesia masih terus berlanjut hingga Sabtu malam (30/8/2025).
Aksi yang dipicu oleh tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dalam kericuhan di Jakarta, kini menjalar ke sejumlah kota besar maupun daerah.
Dari Jakarta hingga Denpasar, massa turun ke jalan menuntut keadilan dan reformasi sistem keamanan dalam penanganan aksi protes.
Ribuan mahasiswa, buruh, hingga masyarakat sipil bersatu dalam menyuarakan tuntutan, menjadikan demonstrasi kali ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari Tribunnews.com, Beberapa wilayah di Indonesia masih melakukan aksi demo.
Berikut rangkuman aksi demo yang masih memanas di sejumlah daerah Indonesia.
1. Jakarta
Situasi mencekam terjadi di depan Mako Brimob Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu malam (30/8/2025).
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.
Kericuhan pecah menyusul demonstrasi lanjutan yang menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan.
Pantauan Tribunnews.com, hingga pukul 19.27 WIB menunjukkan asap gas air mata mengepul pekat di udara.
Tembakan tersebut merupakan respons atas lemparan batu, botol, petasan, dan kembang api dari arah massa ke barikade aparat.
Massa sempat berusaha memaksa masuk ke area Mako Brimob.
Pasukan TNI yang sebelumnya membentuk barisan di depan polisi untuk menahan massa, perlahan mundur karena situasi semakin tidak kondusif.
Mundurnya TNI memberi ruang bagi aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas.
Minimnya penerangan di lokasi memperburuk keadaan.
Lampu PJU di sepanjang Jalan Prajurit KKO Usman Harun sebagian besar dalam kondisi mati, hanya menyisakan penerangan tepat di depan Mako Brimob.
2. Surabaya
Aksi demonstrasi di Surabaya berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Sabtu (30/8/2025) sore.
Ribuan massa dari berbagai elemen, termasuk mahasiswa, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil, berkumpul untuk menyuarakan tuntutan keadilan atas insiden tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.
Dalam pengamatan SURYA.co.id, aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang protes yang telah berlangsung sejak Kamis lalu.
Di depan Grahadi, massa membawa poster, bendera Merah Putih, dan mengenakan pita hitam sebagai simbol duka dan solidaritas.
Mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus menjadi penggerak utama aksi.
Mereka menyampaikan orasi bergantian, menuntut reformasi kepolisian dan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan demonstrasi.
Selain itu, mereka juga menuntut teman-temannya yang ditahan juga dibebaskan.
Situasi di depan Grahadi sempat tegang, namun masih terkendali.
Aparat kepolisian berjaga di sisi barat dan timur gedung, sementara petugas Satpol PP mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
3. Kediri
Situasi demo di Kota Kediri berubah mencekam setelah aksi massa, membakar Gedung DPRD Kota Kediri, di Jalan Mayor Bismo, Kecamatan Mojoroto, Sabtu (30/8/2025).
Api telah membakar sebagian besar bangunan dan asap tebal membubung tinggi.
Sebelumnya ratusan massa menggelar demonstrasi di depan Mapolres Kediri Kota.
Dalam aksi itu, sejumlah kendaraan juga sempat dibakar sebelum massa membubarkan diri.
Situasi kian mencekam ketika massa kemudian bergerak menuju kantor DPRD Kota Kediri.
Di lokasi, massa merangsek masuk dan menjebol pagar. Spanduk-spanduk yang ada di sekitar gedung dewan dibakar, lalu api merambat hingga menghanguskan bagian utama gedung DPRD.
Kobaran api terus terlihat hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
"Api cepat membesar dan asapnya sangat pekat. Warga sekitar banyak yang memilih menjauh karena khawatir situasi makin memburuk," ujar salah satu warga yang menyaksikan kejadian, dikutip dari Tribun Jatim-Timur.
Akibat insiden ini, arus lalu lintas di kawasan Jalan Mayor Bismo ditutup total.
Hingga malam hari, kondisi gedung DPRD Kota Kediri masih mencekam.
Bagian bangunan hangus terbakar, sementara puing-puing berserakan di area sekitar.
4. Serang
Massa juga masih melakukan aksi demonstrasi di sepanjang Jalan Protokol Kota Serang, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Banten, Sabtu (30/8/2025) malam.
Dikutip dari Tribun Banten, mereka tampak bentrok dengan petugas kepolisian, hingga gas air mata diluncurkan petugas untuk memukul mundur massa aksi.
Para petugas dari arah Polresta Serang Kota bergerak Jalan dengan menembakan gas air mata, ke arah massa aksi dari arah Ciceri.
Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com di lokasi, sekira pukul 21.00 WIB, massa aksi tampak berlarian sambil mengusap muka karena terkena asap, dari gas air mata.
Sebagian massa berlari ke arah perempatan Lampu Merah Ciceri, hingga ada juga yang berlarian ke arah pemukiman warga.
"Mundur-mundur," ucap massa aksi berlarian, sambil membawa bambu, bendera dan beberapa alat demo lainnya.
Massa aksi yang didominasi oleh anak-anak muda itu, tampaknya tak gentar untuk kembali mendekat ke arah petugas.
Meski gas air mata ditembakan beberapa kali, mereka hanya berlari menghindar kemudian mendekat lagi ke arah petugas.
5. Majene
Ribuan mahasiswa juga melakukan demo di Kabupaten Majene hingga malam hari, Sabtu (30/8/2025).
Dikutip dari Tribun Sulbar, kericuhan pecah ketika massa aksi Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) melempari Gedung DPRD dengan bom molotov.
Kondisi makin mencekam saat sejumlah massa nekat membakar bagian luar gedung.
Api sempat membesar dan nyaris membakar Gedung DPRD Majene.
Ledakan petasan juga terdengar di sekitar lokasi, menambah suasana kacau.
Aparat kepolisian yang berjaga langsung bergerak cepat.
Dengan menembakkan gas air mata secara beruntun, polisi berhasil memukul mundur massa aksi yang semula bertahan di halaman kantor DPRD.
Ribuan mahasiswa akhirnya kocar-kacir dan terpaksa membubarkan diri menuju stadion.
6. Denpasar
Aksi demonstrasi juga terjadi di Bali yang dilakukan di depan kantor DPRD.
Dikutip dari Tribun Bali, ratusan massa rusuh di depan Kantor DPRD Bali pada Sabtu, 30 Agustus 2025 sore.
Awalnya, aksi demo berjalan secara damai namun semuanya berubah menjadi kerusuhan bahkan terjadi penjarahan 2 mobil polisi.
Mereka awalnya berkumpul di Barat Lapangan Puputan Renon, namun mereka kemudian langsung anarkis saat melihat polisi datang.
Massa langsung menyerbu saat dua unit mobil polisi tiba di depan kantor DPRD Bali.
Dua mobil polisi tersebut disandera oleh massa dan mereka merusak dan mencoret mobil tersebut.
Selain itu, mobil ini nyaris dibakar namun dipadamkan.
Selain itu, isi di dalam mobil juga dijarah, termasuk tameng, helm polisi termasuk jaket. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Setelah Demo Anarkis, Gaji DPR RI Resmi Dipangkas, Cek Sisa Berapa Gaji Anggota Dewan |
|
|---|
| Demo Mahasiswa, Papua, dan Kasus Munir Digelar Serentak 8 September 2025, Polisi Turunkan Pasukan |
|
|---|
| Demo 7 September 2025 Kembali Digelar, Ojol Kepung DPR RI dengan 5 Tuntutan yang Belum Ditanggapi |
|
|---|
| Rakyat dan Mahasiswa Kembali ke Jalan, Demo Akbar 5 September 2025 Tuntut Transparansi DPR |
|
|---|
| Demo 5 September 2025 Digelar Kembali di DPR RI, BEM SI Gaungkan 17+8 Tuntutan Rakyat |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.