Berita Nasional
Viral! Jerome Polin Menolak Jadi Buzzer Damai Meski Ditawari Rp150 Juta
Kreator konten populer Jerome Polin kembali jadi sorotan warganet. Kali ini, ia mengaku mendapat tawaran fantastis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TOLAK-ENDORSE-Jerome-POlin-tolak-endorse-demi-rakyat.jpg)
Tak cuma Jerome, Marshel Widianto rupanya mendapatkan tawaran serupa. Belakangan, komika ini menghapus video kampanye bertajuk Ajakan Damai Indonesia dari akun Instagram miliknya @marshel_widianto.
Video tersebut sebelumnya menarasikan seruan damai dari berbagai pihak pemerintah, DPR, Brimob, pengemudi ojol, dan masyarakat di tengah situasi nasional yang sedang memanas.
Langkah penghapusan dilakukan setelah influencer sekaligus pakar matematika Jerome Polin mengungkap dugaan pencitraan di balik kampanye tersebut.
Dalam unggahannya, Jerome menyebut bahwa bayaran untuk satu kali postingan bisa mencapai Rp150 juta.
Permintaan Maaf Terbuka: “Saya Tidak Dibayar, Tapi Saya Bodoh”
Tak lama setelah video dihapus, Marshel mengunggah permintaan maaf secara terbuka.
Ia mengakui kesalahan karena tidak mempertimbangkan dampak dari unggahan tersebut.
“Teman-teman saya secara pribadi meminta maaf atas video sebelumnya di IG saya,” tulis Marshel pada Jumat (29/8/2025).
Dalam pernyataannya, finalis Stand Up Comedy Academy musim ketiga itu menegaskan bahwa dirinya tidak menerima bayaran atas video tersebut.
“Saya salah karena tidak berpikir panjang sebelum menaikan video itu memang bodoh saya.. Saya sama sekali tidak dibayar dan video tersebut pun sudah saya take down,” akunya.
Marshel juga menyatakan siap menerima konsekuensi dari publik atas tindakannya.
“Memang bodoh saya dan tolol,” tulisnya.
“Silahkan maki saya sepuasnya, saya terima konsekuensi atas kebodohan saya,” lanjutnya.
Postingan permintaan maaf itu ditutup dengan satu kata sederhana: “Maaf.”
Unggahan Marshel langsung dibanjiri komentar dari netizen.
Sebagian besar menyoroti dugaan pencitraan dan mempertanyakan kejujuran Marshel soal tidak menerima bayaran.