Profil Pejabat Gorontalo
Sosok Rolin Kamali, Lurah Limba U2 Gorontalo Terinspirasi Gaya Umar bin Khattab dan Soekarno
Lurah Limba U2, Kota Gorontalo, Rolin Kamali (34), menunjukkan gaya kepemimpinan yang menekankan prinsip keadilan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosok-Lurah-Limba-U2-Kota-Gorontalo-Rolin-Kamali.jpg)
Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan pemerintah daerah terhadap kapasitas kepemimpinannya.
Rolin menegaskan bahwa jabatan lurah bukan sekadar posisi administratif, melainkan peran strategis yang menuntut kedekatan nyata dengan warga.
Ia aktif hadir dalam berbagai kegiatan, mulai dari pertemuan lingkungan, agenda keagamaan, hingga kunjungan langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door).
Pendekatan persuasif ini dilakukan untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan program pemerintah berjalan efektif.
Menurutnya, pelayanan yang prima harus dibangun di atas hubungan timbal balik yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
“Harus dekat dengan masyarakat,” tuturnya.
Baca juga: Sosok Ipda Nurhaliza: Dulu Penjual Daster, Kini Penyidik Reskrim Gorontalo
Fokus Program dan Dukungan Keluarga
Dalam menjalankan tugas, Rolin mengakui bahwa berbagai tantangan kerap muncul, baik terkait teknis pelayanan, infrastruktur, maupun dinamika sosial. Namun, ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara kolektif bersama perangkat kelurahan dan warga. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan solusi tepat guna sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
“Selalu ada solusi,” katanya optimistis.
Sejalan dengan program Pemerintah Kota Gorontalo, Rolin kini memfokuskan program kerja pada penanganan sampah dan perbaikan drainase. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap persoalan banjir dan genangan yang kerap melanda sejumlah titik. Bahkan, alokasi dana kelurahan sebelumnya telah dikonsentrasikan secara penuh untuk mendukung program tersebut.
Selain pembangunan fisik, ia juga terus mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Dalam mendukung program tersebut, pihak kelurahan memanfaatkan kendaraan listrik untuk mengangkut sampah di lorong-lorong sempit yang sulit dijangkau armada besar.
Inovasi ini terbukti meningkatkan efektivitas pelayanan sampah di tingkat lingkungan.
Di tengah tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal waktu, Rolin mengakui bahwa dukungan keluarga, khususnya sang istri, adalah faktor krusial.
Dukungan moral tersebut memungkinkannya untuk tetap fokus melayani masyarakat, bahkan di luar jam kerja resmi.
Rolin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi dengan pemerintah kelurahan.
Ia menegaskan bahwa budaya gotong royong harus tetap dipertahankan sebagai identitas masyarakat Gorontalo sekaligus kunci keberhasilan pembangunan lokal.
“Tetap bersinergi,” pungkasnya. (*)