Kecelakaan Kapal Nazila 05
Cerita Warga Gorontalo Keluarga ABK KM Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Taliabu Maluku Utara
21 ABK KM Nazila 05 asal Sulawesi Utara dan Gorontalo ini tiba di Pelabuhan Pelindo Gorontalo pada Selasa (31/03/2026) pukul 21.24 Wita.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wati-Tololio-keluarga-ABK-dan-Alwin-Pinabas-rekan-nelayan-fffff.jpg)
Heriyanto menegaskan bahwa secara kewenangan operasi berada di bawah Basarnas Palu, sementara pihak Gorontalo memberikan dukungan dalam proses pencarian.
Tim SAR gabungan mulai bergerak sejak dini hari untuk menyisir lokasi kejadian. KN SAR Bhisma menuju titik koordinat awal pada Selasa 31 Maret 2026 pukul 03.00 Wita, namun belum membuahkan hasil.
Sementara itu, tim dari Gorontalo juga dikerahkan untuk memperkuat pencarian di lapangan. "Dan kami berangkatkan KN SAR 216 tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita menuju LKP dan tiba di LKP pukul 03.30 dan langsung melakukan pencarian," jelasnya.
Upaya pencarian terus dilakukan dengan memperluas area dan memperkuat koordinasi antar unsur SAR.
Titik terang mulai terlihat setelah Com Center Palu berkoordinasi dengan penjaga rakit di perairan Bolaang Mongondow Selatan yang memberikan informasi posisi korban.
Berdasarkan informasi tersebut, tim SAR segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat meski telah berjam-jam berada di laut.
"Para korban mengapung di laut selama 13 jam, dan ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita pagi tadi," ungkapnya.
Para korban ditemukan pada koordinat sekitar 16 mil laut dari lokasi kejadian. Setelah itu, proses evakuasi segera dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka.
Seluruh ABK kemudian dipindahkan ke RB 216 Gorontalo dan dibawa menuju Pelabuhan Pelindo Gorontalo.
Setibanya di pelabuhan pada pukul 21.11 Wita, para korban langsung mendapatkan penanganan awal berupa pemeriksaan kesehatan dan makanan.
Kondisi para korban secara umum dalam keadaan baik, meskipun beberapa di antaranya terlihat kelelahan setelah melewati situasi yang menegangkan.
Heriyanto mengungkapkan bahwa sebagian korban masih tampak syok, sementara lainnya sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga mereka.
"Mereka nanti akan dijemput oleh pihak perusahan yang dari Manado sedang perjalanan ke sini," terangnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, terdapat satu orang yang mengalami gangguan fisik ringan akibat paparan dingin selama di laut.
"Kapten kapal mungkin karena dingin kakinya agak bengkak," pungkasnya.