Tradisi Ketupat Gorontalo
Semarak Tradisi Ketupat Gorontalo, Intip Persiapan Balap Perahu Ketinting di Leato Selatan
Panitia dan warga pesisir Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Provinsi Gorontalo, mulai mematangkan persiapan lomba balap perahu
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-perahu-bersiap-mengikuti-Balap-Ketinting.jpg)
Hingga berita ini diturunkan, jumlah peserta yang mendaftar secara resmi terus bertambah.
"Saat ini sudah ada sekitar 20-an peserta yang terdata di meja panitia," tambah Oman.
Pihak panitia optimis bahwa jumlah ini akan terus meningkat menjelang pembukaan resmi sore nanti.
Dukungan dari pemerintah daerah dan sponsor lokal dinilai menjadi kunci keberlangsungan acara tahunan ini.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Bengkel Motor di Pelita Jaya Bone Bolango Gorontalo
Oman meyakini bahwa tradisi balap ketinting ini memiliki potensi wisata yang besar bagi Gorontalo.
"Karena sudah menjadi rutinitas tahunan, kami yakin ke depan akan jauh lebih meriah," pungkasnya.
Ketua Panitia, Didit Nailu, menegaskan bahwa lomba ini adalah bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Ketupat.
Meski hari puncak Lebaran Ketupat jatuh pada Sabtu (28/3/2026), lomba sengaja digeser ke hari Minggu.
Strategi ini dilakukan agar keramaian di Leato Selatan tidak cepat meredup setelah hari raya berakhir. Selain balapan utama, panitia juga menyiapkan berbagai permainan tradisional (mini games) untuk menghibur warga setempat.
"Kami ingin suasana tetap hidup, jadi ada lomba-lomba kecil juga untuk masyarakat lokal," kata Didit.
Estimasi total peserta yang akan berpartisipasi diperkirakan mencapai lebih dari 30 orang. Tingginya minat peserta dari luar provinsi menunjukkan kredibilitas lomba ketinting Leato yang semakin diakui.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Bengkel Motor di Pelita Jaya Bone Bolango Gorontalo
Tradisi dan Hiburan Malam di Pabean
Berbeda dengan Leato, warga Pabean memilih menggelar puncak acara pada malam hari untuk memberikan nuansa baru.
Ketua Panitia Kampung PSP Pabean, Dhanny Djafar, menyebutkan acara akan dimulai selepas Isya atau sekitar pukul 19.30 Wita, Sabtu (28/3/2026).
"Kami sengaja pilih malam hari agar ada pembeda dengan perayaan di tempat lain yang biasanya pagi hari," ujar Dhanny.
Acara di Pabean direncanakan akan dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota Gorontalo.
Warga secara swadaya telah menyiapkan tenda-tenda di sepanjang jalan untuk penyajian makanan gratis.
Menu wajib seperti ketupat, opor ayam, dan nasi bulu telah disiapkan dalam jumlah besar untuk menyambut tamu.
Panitia menegaskan bahwa acara ini terbuka untuk umum dan mengedepankan nilai silaturahmi antarwarga. (*)