Kamis, 19 Maret 2026

Makanan Bergizi Gratis

SPPG Limba U Kota Gorontalo Sepi, Diduga Kena Sanksi Tutup Sementara

SPPG Limba U Satu diduga menjadi salah satu SPPG  yang kena sanksi penghentian sementara atau suspend.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto SPPG Limba U Kota Gorontalo Sepi, Diduga Kena Sanksi Tutup Sementara
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
SPPG DITUTUP - Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limba U Satu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo terpantau sepi pada Rabu (18/3/2026) siang. 
Ringkasan Berita:
  • SPPG Limba U Satu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo terpantau sepi 
  • SPPG Limba U Satu diduga menjadi salah satu SPPG  yang kena sanksi penghentian sementara atau suspend.
  • Penutupan ini disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas BGN Provinsi Gorontalo

TRIBUNGORONTALO.COM - Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limba U Satu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo terpantau sepi pada Rabu (18/3/2026) siang.

SPPG Limba U Satu diduga menjadi salah satu SPPG  yang kena sanksi penghentian sementara atau suspend.

Pantauan Wartawan Tribun Gorontalo, tampak pintu bangunan yang didominasi warna biru dan putih itu dalam kondisi tertutup.

Pagar besi gedung yang tak jauh dari Pasar Sentral Kota Gorontalo ini tampak dikunci, sementara akses samping menuju area dapur juga terlihat digembok.

Dari luar pagar, suasana di dalam halaman tampak lengang tanpa aktivitas pegawai. Hanya satu unit kendaraan pengangkut makanan terlihat terparkir rapi di sisi bangunan.

Meski tidak ada aktivitas yang terlihat, lampu di bagian teras tetap menyala pada siang hari.  Di sisi kanan bangunan, terlihat satu unit becak motor (bentor) terparkir di depan rumah warga. 

Meski kondisi di dalam SPPG tidak beraktivitas, arus lalu lintas di Jalan Pattimura tersebut terpantau ramai lancar.

Warga SPPG Limba U Satu menyebut bahwa kondisi sepi tersebut sudah mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, SPPG tersebut sebelumnya masih beroperasi seperti biasa.

“Beberapa hari kemarin masih buka, tidak tutup. Mungkin sekarang sepi karena anak sekolah libur,” ujar seorang perempuan di depan lokasi SPPG

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan aktivitas di SPPG mulai berkurang. Namun, sejauh yang ia ketahui, operasional belum sepenuhnya berhenti.

“Tidak tahu persis kapan mulai sepi, tapi setahu saya mereka masih jalan,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan pemilik kios sekitar SPPG tersebut. Dia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan jadwal kegiatan sekolah.

“Biasanya kalau libur sekolah memang sepi. Tapi kalau siang kadang mereka istirahat, jadi dikunci. Cuma ini terlihat lebih sepi dari biasanya,” katanya.

“Setahu saya masih beroperasi, tidak ada kabar ditutup. Minggu lalu masih aktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Sementara itu,  SDN 27 Kota Selatan penerima  program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG) Limba U Satu tampak tertutup. Tidak ada kegiatan belajar mengajar karena sekolah dalam masa libur.

SPPG Limba U Kota Gorontalo Diduga Ditutup Akibat Bagikan Roti Berjamur

Sebelumnya, Senin (16/3/2026), viral di media sosial makanan yang dibagikan ke siswa menuai keluhan dari orangtua murid karena roti berjamur. Roti tersebut dibagikan kepada siswa di SDN 27 Kota Selatan, Kota Gorontalo

Kepala SPPG Limba U Satu Kota Selatan, Fitra Nadji, menjelaskan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari sekolah.

Ia mengatakan, roti yang dibagikan kepada siswa berasal dari pelaku UMKM di Kota Gorontalo yang memproduksi ribuan roti untuk program MBG.

“Semalam roti yang masuk sudah kami cek kembali dan disortir. Kami belum menemukan indikasi roti itu berjamur saat pemeriksaan awal di SPPG,” ujar Fitra saat diwawancarai, Senin (16/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan sekitar 50 roti yang tidak layak konsumsi.

2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup, BGN Temukan Pelanggaran SOP

MBG--Potret SPPG Limba U Satu Kota Selatan Kota Gorontalo, Senin (16/3/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga.
MBG--Potret SPPG Limba U Satu Kota Selatan Kota Gorontalo, Senin (16/3/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. (TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Gorontalo mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dua dapur tersebut masing-masing berada di Kelurahan Limba U, Kota Gorontalo dan Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Informasi penutupan inidisampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas BGN Provinsi Gorontalo melalui akun Facebook pribadinya.

“Ada dua SPPG yang ditutup Limba U dan Tuladenggi menyusul yang lain,” tulis Idah dalam status yang diposting sekitar pukul 05.30 Wita, Rabu (18/3/2026).

Penutupan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan BGN dalam beberapa pekan terakhir, ditemukan berbagai pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Saat ditemui TribunGorontalo.com, Idah Syahidah menjelaskan bahwa tim BGN secara intensif melakukan pengawasan terhadap seluruh dapur MBG di Provinsi Gorontalo.

“Dalam beberapa minggu terakhir, tim BGN intensif melakukan inspeksi ke seluruh dapur MBG di Provinsi Gorontalo dan mendapati masih banyak kekurangan, baik dari sisi penerapan SOP dapur maupun tata letak (layout) yang tidak sesuai standar,” kata Idah.

Selain temuan langsung di lapangan, BGN juga menerima berbagai laporan dari masyarakat, mulai dari guru, wartawan, aktivis mahasiswa hingga orang tua penerima manfaat. 

Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui peninjauan dan evaluasi menyeluruh.

Idah menegaskan bahwa langkah penutupan diambil setelah sebelumnya dilakukan teguran dan pembinaan kepada pengelola dapur.

“Penutupan ini bukan tanpa alasan. Sudah beberapa kali diberikan teguran dan pembinaan,” ujarnya.

Namun, pelanggaran disebut masih terus terjadi, sehingga BGN memutuskan untuk mengambil tindakan tegas.

“Karena itu, kami tidak bisa lagi mentolerir dan harus mengambil tindakan tegas,” jelas Idah. 

Sejumlah pelanggaran yang ditemukan tergolong serius, mulai dari kebersihan dapur yang tidak terjaga, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, hingga kandungan nutrisi yang tidak sesuai dengan ketentuan program MBG.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan penerima manfaat, khususnya siswa yang menjadi sasaran utama program.

Meski melakukan penindakan, BGN menegaskan tetap mengedepankan pembinaan. 

Edukasi dan pendampingan terus diberikan kepada yayasan maupun mitra pengelola dapur agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

BGN juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program MBG dengan melaporkan jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Langkah evaluasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas program di tengah pesatnya perkembangan jumlah SPPG di Gorontalo.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai 78 unit dan ditargetkan bertambah menjadi lebih dari 100 setelah Ramadan. 

Secara keseluruhan, daerah ini ditargetkan memiliki 170 SPPG yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota.

Dengan bertambahnya jumlah dapur MBG, pengawasan ketat menjadi krusial agar program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat, khususnya siswa, benar-benar berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal. (*/Jian)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved