Makanan Bergizi Gratis
Wagub Idah Syahidah Tutup 2 SPPG di Kota Gorontalo: Menyusul yang Lain
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, mengumumkan penutupan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Gorontalo
Penulis: Tim Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-SPPG-Limba-U-Satu-dan-tangkapan-layar-unggahan.jpg)
Setelah menerima laporan dari pihak sekolah mengenai adanya roti yang tidak layak konsumsi, tim SPPG langsung melakukan pengecekan terhadap roti yang telah dibagikan kepada siswa.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan sekitar 50 roti yang diduga berjamur sehingga langsung ditarik dari sekolah.
Roti yang ditarik kemudian diganti dengan roti dari penyedia lain sebagai langkah antisipasi agar program MBG tetap berjalan.
“Kami sudah memesan kembali roti dari toko lain. Kalau ada laporan lagi dari sekolah, langsung kami ganti,” kata Fitra.
Ia menjelaskan bahwa temuan roti yang tidak layak konsumsi diduga terjadi karena proses pengemasan dalam jumlah besar.
Dalam satu wadah, beberapa susun roti ditempatkan bersama sehingga sebagian roti saling menumpuk.
Kondisi tersebut diduga memicu munculnya jamur pada beberapa bagian roti.
Meski demikian, Fitra memastikan roti yang ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi tersebut tidak sempat dimakan oleh siswa.
Sementara itu, penutupan SPPG Tuladenggi diduga berkaitan hal serupa, yakni makanan tidak layak konsumsi.
Hingga berita ini diterbitkan, TribunGorontalo.com berupaya menggali informasi mendalam di lapangan. (*)