Mudik Gorontalo
Polisi Gorontalo Ingatkan Pengendara Berhati-hati dan Tertib: Utamakan Keselamatan
Aparat kepolisian mendirikan Pos Pelayanan (Posyan) di kawasan Citimall Gorontalo guna memberikan pengamanan dan pelayanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-pos-pelayanan-perayaan-idulfitri-1447-H.jpg)
Ia juga mengimbau para pengendara mengutamakan keselamatan berkendara dengan mematuhi aturan lalu lintas serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman.
“Utamakan keselamatan saat berkendara,” tutupnya.
Baca juga: Breaking News: Kecelakaan Maut di Gorontalo Utara, Ibu dan Balita Kehilangan Nyawa
Sosok Aipda Aman Zakaria
Aipda Aman Zakaria saat ini menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Kota Timur, Kota Gorontalo.
Sebagai informasi, Aipda atau Ajun Inspektur Polisi Dua adalah pangkat tertinggi kedua dalam golongan Bintara Polri (Bintara Tinggi). Pangkat ini berada setingkat di bawah Aiptu dan di atas Bripka, dengan tanda pangkat berupa satu balok perak bergelombang. Polisi berpangkat Aipda sering kali berperan sebagai penghubung antara bintara operasional dengan perwira.
Dibalik seragamnya, Aipda Aman Zakaria menyimpan kisah perjuangan panjang. Pria berusia 42 tahun ini harus melewati jalan terjal sebelum resmi menjadi anggota Polri. Ia pertama kali mengikuti seleksi kepolisian pada tahun 2000.
Namun, namanya tidak tercantum dalam daftar kelulusan. Kegagalan tersebut bahkan terulang pada percobaan-percobaan berikutnya.
Meski gagal hingga tiga kali, Aman menolak menyerah. Baginya, kegagalan adalah ujian mental untuk membuktikan keseriusannya.
“Saya ikut tes polisi sampai empat kali. Alhamdulillah, baru lulus tahun 2004,” kenangnya.
Motivasi terbesarnya berasal dari dukungan sang ibu. Aman percaya bahwa doa orang tua memiliki kekuatan luar biasa yang membuatnya tetap optimis meski berkali-kali menemui jalan buntu.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Aman lahir dari keluarga sederhana. Orang tuanya tidak memiliki pekerjaan tetap, dan sang ibu menyambung hidup dengan berjualan pisang goreng.
Keterbatasan ekonomi tak membuatnya berkecil hati. Sejak sekolah, ia sudah terbiasa bekerja keras membantu keluarga.
Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 17 Gorontalo, lalu berlanjut ke SMP Negeri 5 Gorontalo, dan menamatkan pendidikan menengah di SMEA (sekarang SMK Negeri 1 Gorontalo).
Saat masih bersekolah, Aman melakoni pekerjaan sebagai penjual koran di lampu merah.
“Dulu saya berjualan koran di lampu merah sambil sekolah,” tuturnya saat ditemui TribunGorontalo.com di kawasan Citimall Gorontalo, Senin (16/3/2026).
Pengalaman hidup di jalanan justru memicu ketertarikannya pada dunia kepolisian. Ia kerap memperhatikan polisi yang bertugas dan merasa terpanggil untuk melayani masyarakat. Cita-cita itu ia jaga sejak duduk di bangku SMP hingga akhirnya terwujud.
Kini, setelah dua dekade mengabdi, Aman mengemban amanah sebagai Kanit Binmas Polsek Kota Timur di bawah naungan Polresta Gorontalo Kota.
Ia aktif menjalankan pendekatan humanis, salah satunya melalui program Jumat Curhat. Melalui forum ini, ia mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga untuk segera ditindaklanjuti. (*)
| Pospam Center Point Gorontalo Jadi Titik Pantau Utama Arus Mudik dan Ngabuburit |
|
|---|
| Arus Mudik Jelang Idulfitri Meningkat di Pelabuhan Ferry Gorontalo, ASDP Siapkan Double Trip |
|
|---|
| Terminal Dungingi Gorontalo Siaga Antisipasi Lonjakan Penumpang, 346 Kendaraan Sudah Diperiksa |
|
|---|
| Breaking News! Tiket Pesawat Gorontalo Kena Diskon 13 Persen dari Desember hingga Januari 2026 |
|
|---|
| Penumpang Kapal Ferry Gorontalo Membeludak pada Arus Balik Lebaran: Ada 525 Orang dari Pagimana |
|
|---|