Gorontalo Hari Ini
Polemik Kandang Ayam Tenilo Gorontalo, Keputusan DPRD Tak Hentikan Aktivitas
Polemik kandang ayam petelur di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, kembali menjadi sorotan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kandang-ayam-petelur-Kelurahan-Tenilo-8-Maret-2026.jpg)
Warga setempat, Jenab Mohamad, mengaku bau dari kandang ayam sesekali tercium hingga ke lingkungan rumahnya.
“Ada bau, baru-baru di sini banyak lalat, kalau hujan di bau taH i,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut saat TribunGorontalo.com berada di lokasi, bau tersebut tidak terlalu terasa.
Namun pada waktu-waktu tertentu aromanya bisa sangat menyengat.
Baca juga: Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo
“Kalau saat hujan bau sekali,” katanya.
Selain bau, Jenab juga mengeluhkan kebisingan dari suara ayam.
Suara itu menurutnya terdengar jelas terutama pada malam hari.
Rumahnya sendiri berada sangat dekat dengan area kandang.
Hanya tembok pembatas yang memisahkan rumahnya dengan kandang ayam.
Menurut Jenab, setelah hasil RDP beberapa waktu lalu, pemilik kandang hanya diberikan waktu satu bulan untuk evaluasi.
Namun hingga kini aktivitas peternakan masih terus berjalan.
Jenab juga mengungkapkan bahwa lahan tersebut sebelumnya disebut akan digunakan sebagai lokasi pemakaman.
“Dorang punya tanah itu mau dibuat pekuburan, baru tidak tau sudah dibuatkan kandang,” ujarnya.
Di tengah keluhan sebagian warga, ada pula yang tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan kandang ayam.
Salah satunya adalah Apriyanto Abdul. Ia mengaku tidak pernah melayangkan protes terkait aktivitas peternakan.