Gorontalo Hari Ini
Polemik Kandang Ayam Tenilo Gorontalo, Keputusan DPRD Tak Hentikan Aktivitas
Polemik kandang ayam petelur di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, kembali menjadi sorotan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kandang-ayam-petelur-Kelurahan-Tenilo-8-Maret-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Meskipun DPRD Kota Gorontalo telah memutuskan penghentian operasional melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), aktivitas peternakan di lapangan terpantau masih berjalan normal
- Sebagian warga mengeluhkan bau menyengat yang semakin parah saat hujan, polusi suara di malam hari, serta munculnya banyak lalat di sekitar permukiman
- Ketidakjelasan Informasi dan Eksekusi: Pekerja di lokasi mengaku tidak mengetahui adanya rencana penutupan
TRIBUNGORONTALO.COM – Polemik kandang ayam petelur di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, kembali menjadi sorotan.
Meski DPRD Kota Gorontalo telah memutuskan penghentian operasional dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), aktivitas di lokasi masih berjalan normal.
Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan kegiatan peternakan tetap berlangsung. Pekerja terlihat memberi makan ayam, menyortir telur, hingga membersihkan kandang.
Awalnya, pengamatan dilakukan dari luar area kandang. Pintu akses di sisi utara maupun barat tampak tertutup rapat.
Namun beberapa saat kemudian, tim TribunGorontalo.com diperkenankan masuk ke dalam area untuk melihat langsung aktivitas di lokasi.
Di dalam kandang, seorang pekerja terlihat sibuk menjalankan rutinitas harian.
Pekerja itu adalah Antir Ali. Ia mengaku tidak mengetahui perkembangan terkait keputusan DPRD.
Menurut Antir, urusan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik usaha.
“Kurang tahu, Pak, cuma bos yang bicara,” ujarnya singkat.
Ia juga menyebut tidak pernah mendengar adanya rencana penutupan kandang ayam tersebut.
Menurutnya, aktivitas di lokasi tetap berjalan seperti biasa.
Antir bahkan mengaku tidak mengetahui adanya protes dari warga sekitar.
“Kalau itu saya kurang tahu, Pak,” pungkasnya.
Sementara itu, sebagian warga di sekitar lokasi masih merasakan dampak dari aktivitas peternakan.