Gorontalo Hari Ini
Taman Moodu Gorontalo Jadi Sorotan, Fasilitas Rusak hingga Destinasi Tindak Asusila
Taman Moodu di Jalan Prof Aloei Saboe, Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menjadi sorotan publik.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-Taman-Moodu-Kelurahan-Moodu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Taman Moodu mengalami kerusakan parah, termasuk kolam yang kotor, pagar roboh, lampu mati, dan pendopo yang ambruk
- Taman sering disalahgunakan oleh pengunjung untuk tindakan asusila (mesum), baik malam maupun siang hari, bahkan di dalam kamar mandi pos jaga
- Fasilitas taman kerap dirusak oleh oknum siswa yang bolos sekolah, meski petugas sudah berupaya menegur mereka
TRIBUNGORONTALO.COM – Taman Moodu di Jalan Prof Aloei Saboe, Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menjadi sorotan publik.
Ruang terbuka hijau (RTH) yang berhadapan langsung dengan Pasar Rakyat Moodu ini tidak hanya mengalami kerusakan fasilitas yang parah, tetapi juga disalahgunakan menjadi lokasi tindakan asusila.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, Jumat (27/2/2026), kondisi buruk langsung terlihat pada fasilitas utama taman.
Kolam besar yang memanjang dari Tugu Polopalo kini tak lagi difungsikan, kotor, dan dipenuhi dedaunan, hingga sampah plastik.
Selain itu, pagar taman di beberapa bagian sudah rusak dan roboh, serta lampu merkuri di depan pos jaga dilaporkan telah mati selama lima tahun terakhir.
Lutir Taha (52), petugas pembibitan di Taman Moodu, mengungkapkan kondisi lingkungan tempatnya bekerja.
Pria yang telah sembilan tahun bekerja ini menuturkan bahwa fasilitas taman sering disalahgunakan oleh oknum pengunjung, bahkan dijadikan tempat mesum.
“Ada banyak yang kedapatan di sini berbuat mesum,” ujar Lutir kepada TribunGorontalo.com, Jumat.
Mirisnya lagi, tindakan tak senonoh tersebut tidak hanya terjadi pada malam hari, melainkan juga di siang bolong. Lutir menyebut, kamar mandi di pos sisi sebelah timur taman sering menjadi lokasi tindakan asusila tersebut.
“Sampai kita sudah tutup pintu kamar mandi,” tambahnya.
Meskipun petugas sering memergoki pasangan sejoli, tindakan tersebut kerap terulang kembali.
Selain penyalahgunaan area, kerusakan fasilitas fisik juga semakin memperburuk wajah Taman Moodu.
Salah satu pendopo yang biasa digunakan pengunjung untuk beristirahat sudah roboh, menyisakan tiga pondok yang masih berdiri.
Lutir juga menyoroti kerusakan fasilitas yang diduga akibat ulah sejumlah siswa yang kerap bolos sekolah.
Menurutnya, oknum siswa tersebut sering merokok dan bermain di area taman hingga merusak fasilitas yang ada.
“Sudah beberapa kali ditegur bahkan dikejar hingga ke sekolah, namun belum memberikan efek jera,” jelas Lutir.
Saat ini, beberapa pedagang yang sebelumnya berjualan di trotoar telah dipindahkan ke dalam area taman, meskipun lapak-lapak tersebut masih tutup karena bulan puasa.
Hingga berita ini diturunkan, TribunGorontalo.com masih berupaya menunggu konfirmasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo.
Baca juga: Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025
Profil Singkat Taman Moodu
Taman Moodu yang terletak di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang strategis.
Taman ini berhadapan langsung dengan Pasar Rakyat Moodu dan berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat kota. Lokasi ini menjadikannya mudah diakses oleh masyarakat.
Di dalam kawasan taman, terdapat Tugu Polopalo, ikon budaya Gorontalo berupa alat musik tradisional dari bambu yang dimainkan dengan cara diketuk.
Selain itu, taman dilengkapi pepohonan, area bermain anak, kolam besar, pendopo, serta ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan warga untuk rekreasi.
Meski memiliki fungsi penting sebagai ruang publik, kondisi Taman Moodu sempat mengalami kerusakan dan terbengkalai.
Sejumlah fasilitas seperti pagar, lampu, dan pendopo dilaporkan rusak. Namun, pembaruan melalui pengecatan fasilitas sempat dilakukan agar suasana taman lebih cerah dan menarik.
Perbaikan tersebut membuat taman kembali diminati, terutama oleh anak-anak sebagai tempat bermain dan bersosialisasi.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pengawasan dan pemeliharaan agar Taman Moodu tetap menjadi ruang hijau yang nyaman dan aman bagi masyarakat.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.