Pemkot Gorontalo
Lomba Desain Kantor Wali Kota Gorontalo Resmi Dimulai, Total Bonus Rp 250 Juta
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan, pembangunan kantor wali kota baru menjadi salah satu target utama Pemerintah Kota Gorontalo
Penulis: WawanAkuba | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KANTOR-WALI-KOTA-GORONTALO-000.jpg)
Rangkaian sayembara diawali dengan launching dan kick-off pada 20 Februari 2026, dilanjutkan pendaftaran pada 2 Maret 2026 dan aanwizjing secara hybrid pada 9 Maret 2026.
Batas akhir pendaftaran dan pemasukan karya ditetapkan pada 1 Mei 2026, sementara seleksi administrasi dilakukan pada 8 Mei 2026.
Tahapan penjurian dilaksanakan dalam dua tahap. Penjurian tahap pertama pada 9 Mei 2026 akan memilih 10 karya terbaik, kemudian dilanjutkan penjurian tahap kedua pada 14 Mei 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan awarding ceremony dan pameran karya pada 15 Mei 2026.
Pemkot Gorontalo menyiapkan hadiah Rp150 juta untuk juara pertama, Rp70 juta bagi juara kedua, dan Rp30 juta untuk juara ketiga.
Seluruh proses pendaftaran sayembara ini tidak dipungut biaya.
Tahapan Pembangunan
Sebelumnya dalam TribunPodast yang digelar pada Kamis, 05 Feburari 2026, Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Meydi Novie Selangen, menjelaskan bahwa tahun ini difokuskan pada tahapan awal, mulai dari studi kelayakan (feasibility study), appraisal dan pembebasan lahan, hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Baca juga: Petak-petak Pedagang Pasar Senggol Kota Gorontalo Mulai Diukur di Hari ke-4 Ramadan 2026
“Perintah Pak Wali jelas, pembangunan kantor wali kota ini harus dilaksanakan. Tahun ini kita mulai dari seluruh tahapan persiapan agar fisiknya bisa segera jalan,” ujar Novi.
Pemkot Gorontalo merencanakan kawasan kantor wali kota berada di wilayah Kecamatan Sipatana, tepatnya di lahan bekas Terminal 42 Andalas.
Total kebutuhan lahan mencapai sekitar 4,5 hektare, namun tahap awal difokuskan pada 1,8 hektare untuk pembangunan gedung induk.
Menurut Novi, skema ini dipilih agar pembangunan bisa berjalan realistis dan tidak membebani anggaran secara sekaligus.
“Untuk tahap awal kita siapkan lahan gedung induk dulu. Ini supaya bangunan utama bisa selesai dan langsung dimanfaatkan,” jelasnya.
Berbeda dari proyek pada umumnya, desain kantor wali kota baru akan ditentukan melalui sayembara arsitektur tingkat nasional.
“Sayembara ini penting supaya kita mendapatkan desain terbaik dan bisa melihat gambaran bangunan sejak awal, sebelum masuk ke DED,” kata Novi.
Proses sayembara diperkirakan berlangsung selama 40 hingga 70 hari, sebelum hasilnya digunakan sebagai dasar perencanaan teknis.