Harga Bahan Pokok
Harga Bahan Pokok di Minimarket Kota Gorontalo per 23 Februari 2026
Harga sejumlah bahan pokok di berbagai minimarket Kota Gorontalo terpantau bervariasi pada hari kelima Ramadan 1447 Hijriah
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Telur-ayam-dijual-di-minimarket.jpg)
Ringkasan Berita:
- Minyak goreng dan gula pasir di Murah Mart terpantau stabil, namun stok telur ayam kampung dan puyuh kosong.
- Murah Mart relatif sepi, sementara Swalayan Makro ramai oleh pembeli, terutama pelaku usaha kecil. Stok telur masih ada di Makro, tetapi mulai menipis.
- Warga khawatir bahan pokok mulai langka sejak awal Ramadan, ditambah harga “barito” (bawang, rica, tomat) yang naik. Banyak pembeli memilih gerai modern karena harga pasar tradisional lebih tinggi
TRIBUNGORONTALO.COM – Harga sejumlah bahan pokok di berbagai minimarket Kota Gorontalo terpantau bervariasi pada hari kelima Ramadan 1447 Hijriah. Komoditas utama seperti minyak goreng, gula, telur, tepung terigu, hingga beras menjadi fokus utama masyarakat seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama bulan suci.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com pada Senin (23/2/2026) pukul 10.30 WITA, aktivitas belanja warga menunjukkan tren yang berbeda di setiap gerai.
Di minimarket Murah Mart, Kecamatan Kota Tengah, suasana terpantau belum terlalu ramai.
Meski demikian, rak kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan gula tetap menjadi incaran konsumen. Harga minyak goreng di gerai ini terpantau stabil dibandingkan pekan sebelumnya, begitu pula dengan harga gula pasir.
Namun, kendala mulai terlihat pada ketersediaan stok. Di Murah Mart, meskipun daftar harga masih terpasang, stok telur ayam kampung dan telur puyuh terpantau kosong.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Swalayan Makro, Kelurahan Limba U Dua. Suasana di sana cukup padat oleh pembeli, terutama para pelaku usaha kecil yang berbelanja dalam partai besar. Meskipun stok telur di Makro masih tersedia, jumlahnya mulai menipis.
Fitri Ismail, salah seorang pembeli di Makro, mengungkapkan kekhawatirannya.
"Ini baru awal Ramadan, tapi beberapa bahan pokok sudah mulai langka. Belum lagi harga 'barito' (bawang, rica, tomat) yang mulai naik," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa banyak warga lebih memilih berbelanja di gerai modern karena harga di pasar tradisional saat ini cenderung jauh lebih tinggi.
Baca juga: Breaking News: 7 Anggota KPID Gorontalo Periode 2026–2029 Dilantik Gubernur
Daftar Harga Bahan Pokok di Minimarket per 23 Februari 2026
Minyak Goreng
Botol 400 ml: Rp10.200
BKP 850 ml: Rp17.900
Bimoli 1 Liter: Rp21.200
Sabrina 1 Liter: Rp20.500
Kunci Mas 1 Liter: Rp21.400
Sania 1 Liter: Rp26.200
Gula
Gula Pasir Curah (1 kg): Rp17.500
Gula Halus Lokal (500 gr): Rp10.900 - Rp11.500
Tepung Terigu
Merek Kompas (1 kg): Rp9.900
Lencana Merah (1 kg): Rp10.900
Segitiga Biru (1 kg): Rp13.700
Beras
Kemasan 5 kg: Rp91.900
Telur
Ayam Kampung (30 butir/bak): Rp70.000
Ayam Kampung (Pack isi 6): Rp28.500 - Rp41.200
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)