Pemkot Gorontalo
Petak-petak Pedagang Pasar Senggol Kota Gorontalo Mulai Diukur di Hari ke-4 Ramadan 2026
Pemerintah Kota Gorontalo mulai mengunci arah penataan Pasar Senggol Ramadan 2026 dengan melakukan pengukuran lokasi sejak Minggu (22/2/2026)
Penulis: WawanAkuba | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENGUKURAN-Seorang-petugas-menandai-aspa-sebagai-titik-pengukuran-lapak-Pasar-Senggol.jpg)
Pemerintah, kata dia, akan berfokus pada fungsi pengawasan agar Pasar Senggol tetap menjadi ruang ekonomi rakyat tanpa mengorbankan ketertiban kota.
Pemkot Gorontalo menargetkan seluruh tahapan persiapan rampung segera.
Hal itu agar Pasar Senggol ini bisa beroperasi dan digunakan warga untuk aktivitas ekonomi hingga usai lebaran Idul Fitri nanti.
"Saya berharap, sangat berharap pelaksanaan Pasar Senggol mulai pengukuran pada pelaksaan pada hari terakhir malam idulfitri berjalan baik," tutup Haryono.
Adapun pengukuran dilakukan oleh para penanggung jawab dengan menarik tali sepanjang kurang lebih 50 meter.
Batas-batas lapak lalu ditandai dengan cat merah. Kuas digoreskan ke aspal dengan membentuk silang, ada pula bulat.
Simbol tak penting, oleh pengelola hal paling krusial adalah memastikan tanda merah itu tak hilang.
Sebab, tanda silang iniah yang akan dijadikan dasar dan acuan agar tenda dan batas masing-masing pedagang tak berebut lahan.
Apalagi, setiap tahun Pasar Senggol meski tergeser oleh perilaku belanja online, namun masih tetak populer sebagai pasar offline lokal.
Menurut Haryono bahwa hal yang baru kali ini adalah bahwa setiap pendapatan dari Pasar Senggol disalurkan langsung ke Kas Daerah.
"Jadi langsung ke rekening daerah, tidak lewat lagi ke kami panitia. Jadi akan lebih transparan lagi," ucapnya. (*)