Libur Sekolah Ramadan
Libur Sekolah Belum Pasti, Ortu Siswa Gorontalo Keluhkan Jadwal Pulkam Terganggu
Ketidakpastian jadwal libur Ramadan dan Idul Fitri mulai dirasakan sejumlah sekolah di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: WawanAkuba | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepala-SDN-56-Kota-Gorontalo-Hardoni-Biludu.jpg)
Kondisi ini juga dirasakan Gina Mokoginta, seorang pegawai yang menyekolahkan anaknya di salah satu SD di Gorontalo.
Ia mengaku setiap Ramadan harus mudik ke kampung halamannya di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Sebagai aparatur sipil negara, Gina sudah memiliki jadwal cuti yang harus disesuaikan dengan agenda keluarga.
Namun, belum adanya kepastian kalender libur sekolah membuat rencana tersebut menjadi tidak menentu.
“Ini kan mestinya sudah mulai atur jadwal. Libur saya kapan, libur anak kapan, bapaknya kapan, supaya bisa disamakan dan pulang bersama,” katanya.
Ia menuturkan, setiap tahun harus membawa seluruh anggota keluarga pulang kampung karena di Gorontalo mereka tinggal tanpa bantuan pekerja rumah tangga.
“Maka tidak mungkin anak ditinggal, toh,” ujarnya dengan logat khas Bolaang Mongondow Raya.
Terkait jadwal libur Ramadan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebelumnya memastikan surat edaran tengah dipersiapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).
“Untuk Ramadan, kami sudah ada pembahasan tingkat Menteri di Menko PMK. Surat edarannya insyaallah bisa kita teken dalam minggu ini,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan surat edaran tersebut akan diterbitkan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna menyesuaikan jadwal libur sekolah dengan arus mudik Lebaran.
Menurutnya, penyelarasan jadwal libur sekolah penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Meski demikian, hingga saat ini sekolah-sekolah di daerah masih menunggu kepastian kebijakan tersebut sebagai pedoman resmi dalam menyusun agenda pendidikan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. (*)