Polemik Bansos Gorontalo
Lurah Padebuolo Gorontalo Kaget! Bansos Milik Lansia Prioritas “Hilang” di Tengah Jalan
Lurah Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Rosdiyati Usman, mengaku terkejut setelah
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANSOS-HILANG-Lurah-Padebuolo-Rosdiyati-Usman-mengakui-bansos-milik-lansia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua lansia penyandang tunanetra di Kelurahan Padebuolo, Kota Gorontalo, mengeluhkan bantuan sosial yang berhenti diterima dalam beberapa bulan terakhir.
- Lurah Padebuolo mengaku terkejut karena berdasarkan data kelurahan, keduanya masih tercatat sebagai penerima bantuan prioritas.
- Dugaan sementara menyebut bantuan pernah diwakilkan kepada pihak lain dan tidak sampai ke tangan penerima.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Lurah Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Rosdiyati Usman, mengaku terkejut setelah mengetahui bantuan sosial untuk warganya tak pernah sampai.
Warga tersebut adalah Aisyah Katili (80) yang tercatat sebagai lansia penyandang tunanetra.
Ia diketahui masuk kategori penerima bantuan prioritas karena kondisi usia lanjut serta keterbatasan fisik yang dialami.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan bantuan yang seharusnya diterima rutin oleh keduanya sempat terhenti dalam beberapa bulan terakhir.
“Jujur saya kaget, karena setahu saya ibu dua orang ini prioritas saya,” kata Rosdiyati saat dikonfirmasi.
Hidup Bergantung pada Tetangga
Lansia tersebut tinggal di sebuah rumah sederhana di salah satu lorong di Kelurahan Padebuolo.
Baca juga: Breaking News: Bupati Bone Bolango Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
Hunian kecil itu berada berdampingan dengan bengkel las serta tempat penyewaan tenda.
Saat ditemui, kondisi rumah tampak sunyi. Perabotan di dalamnya sangat terbatas.
Dua kursi terlihat digunakan untuk duduk, sementara sisanya hanya ruangan sempit dengan barang seadanya.
Seekor kucing terlihat berada di sela kaki meja dan kursi.
Sementara itu, Aisyah menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk atau berbaring karena keterbatasan aktivitas.
Dalam kondisi tersebut, Aisyah mengaku bantuan yang sebelumnya rutin diterima kini sudah tidak lagi mereka peroleh.
“Hanya itu hari (terima bantuan), sekarang sudah tidak ada,” ujar Aisyah, Senin (9/2/2026).
Ia menyebut sebelumnya mereka menerima bantuan sembako berupa dua sak beras masing-masing lima kilogram serta empat botol minyak kelapa ukuran satu liter.