LIPSUS SPANDUK
Estetika Kota Terancam, Akademisi UNG Soroti Baliho dan Kabel Kusut di Gorontalo
Kondisi wajah Kota Gorontalo yang kian dipenuhi baliho liar dan jaringan kabel yang tumpang tindih memicu kekhawatiran mengenai degradasi estetika
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Spanduk-yang-terpasang-di-ruas-Jalan-HB-Jassin.jpg)
Presiden meminta pemerintah daerah melakukan penataan media visual agar wajah kota terlihat lebih rapi dan tertib.
Kondisi di Kota Gorontalo menunjukkan bahwa pengaturan reklame telah berjalan melalui pengawasan pemerintah daerah, dengan pemasangan media promosi yang relatif terkendali di ruang publik.
Pantauan Tribun Gorontalo, Sabtu (7/2/2026), menunjukkan ruang visual di sejumlah ruas utama kota ini relatif terbuka dan tidak dipenuhi spanduk maupun baliho berukuran besar.
Pemantauan dimulai dari simpang Jalan Jenderal Sudirman menuju pusat kota hingga jalur penghubung Jalan Nani Wartabone.
Di kawasan tersebut, hanya terlihat satu baliho berukuran besar di sisi jalan. Selebihnya, pandangan pengendara terlihat lapang tanpa gangguan media reklame berlebihan.
Arus lalu lintas di kawasan tersebut juga terpantau normal. Kendaraan roda dua dan roda empat melintas dengan volume wajar.
Sejumlah bentor terlihat mangkal, sementara pengemudi ojek daring menunggu penumpang di sekitar gerai ritel modern.
Aktivitas ekonomi masyarakat pun berlangsung seperti biasa. Sejumlah pelaku usaha kecil tetap membuka lapak meski aktivitas belum seramai malam hari.
Kondisi serupa terlihat di depan Kampus I Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Jalan Jenderal Sudirman.
Area depan kampus hanya menampilkan satu baliho informasi internal tanpa dipadati spanduk promosi komersial.
Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Jalan Nani Wartabone menuju kawasan Taruna Remaja, yang dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan dan perkantoran.
Di ruas ini, spanduk yang terpasang sebagian besar berupa imbauan pemerintah, seperti ajakan menjaga kebersihan dan ketertiban berlalu lintas.
Baliho komersial berukuran besar hampir tidak ditemukan di sepanjang jalur tersebut. Kondisi ini memberikan kesan visual kota yang lebih tertata.
Situasi yang sama juga terlihat di kawasan Tugu Patung Saronde.
Area sekitar tugu tampak terbuka dengan hanya beberapa spanduk yang terpasang, termasuk pengumuman penerimaan abdi negara di pagar SPBU Jalan Nani Wartabone.
Pemantauan dilanjutkan menuju kawasan Taruna hingga jalur menuju wilayah selatan Kota Gorontalo.
Di sepanjang ruas jalan, spanduk yang terlihat umumnya berupa imbauan larangan membuang sampah sembarangan.
Kawasan pertokoan dan kota tua Gorontalo juga menunjukkan kondisi serupa.
Spanduk terpantau minim, sementara papan nama toko permanen menjadi penanda utama usaha masyarakat. (*)