Lapas Gorontalo
327 Warga Binaan Masuk Lapas Gorontalo pada 2025, Kasus Narkotika Tertinggi, Napi Korupsi Posisi 3
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo mencatat ratusan tahanan dan narapidana keluar masuk sepanjang 2025.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lapas-Kelas-IIA-Gorontalo-999999998888.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 327 orang masuk dalam registrasi Januari hingga Desember 2025 di Lapas Gorontalo
- Tahanan kasus narkotika tercatat 97 orang
- Disusul Kasus perlindungan anak 58 orang dan kasus korupsi 25 orang
TRIBUNGORONTALO.COM -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo mencatat ratusan tahanan dan narapidana keluar masuk sepanjang 2025.
Tercatat sebanyak 327 orang masuk dalam registrasi Januari hingga Desember 2025.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Gorontalo, Kasdin Lato, mengungkapkan total jumlah tahanan dan narapidana yang diterima selama tahun berjalan mencapai 327 orang.
"Rekapitulasi yang kami data narapidana dan tahanan yang masuk selama Januari - Desember 2025 itu berjumlah 327 orang," ujar Kasdin pada Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari warga binaan dengan status berbeda, baik yang masih berstatus tahanan maupun yang telah memiliki putusan hukum tetap.
"Ada yang masuk status tahanan, ada sudah yang sudah diputus oleh pengadilan. Jadi akumulasi 327," katanya.
Dari keseluruhan jumlah tersebut, kasus narkotika menjadi perkara yang paling banyak ditangani Lapas Kelas IIA Gorontalo sepanjang 2025.
Tercatat 97 orang warga binaan berasal dari kasus narkotika.
Selain itu, kasus perlindungan anak menempati posisi kedua dengan 58 orang, disusul kasus korupsi sebanyak 25 orang.
Selama 2025, Lapas Kelas IIA Gorontalo juga melakukan mutasi narapidana ke pada beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) lain.
Total narapidana yang dimutasi mencapai 121 orang.
"Dengan rincian ke Lapas Boalemo 51 orang, ke Lapas Pohuwato 70 orang," jelas Kasdin.
Berdasarkan data domisili, tahanan dan narapidana baru tahun 2025 paling banyak berasal dari wilayah Gorontalo dengan jumlah 107 orang.
Disusul Kabupaten Gorontalo 67 orang, Gorontalo Utara 33 orang, Bone Bolango 29 orang, Pohuwato 15 orang, dan Boalemo 9 orang.
Sementara itu, warga binaan dari luar Provinsi Gorontalo tercatat sebanyak 67 orang.