Hari Natal Gorontalo
400 Warga Ibadah Natal di GPIG Imanuel Gorontalo, Banyak Jemaat Transit
Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai perayaan Natal di Gereja Protestan Indonesia Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-Ibadah-Natal-2025-di-GPIG-Jemaat-Imanuel.jpg)
Pada Minggu, 28 Desember 2025, ibadah Minggu digelar tiga kali, masing-masing pukul 07.00 Wita, 10.00 Wita, dan 17.00 Wita.
Menjelang pergantian tahun, gereja akan melaksanakan ibadah akhir tahun (Perjamuan Kasih) pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 19.00 Wita.
Rangkaian ibadah ditutup dengan ibadah Tahun Baru pada Kamis, 1 Januari 2026, pukul 10.00 Wita.
Tema Natal dan Harapan
Tema Natal GPIG Jemaat Imanuel tahun ini adalah “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” yang diambil dari Matius 1:18–25.
Pdt Natalia berharap tema tersebut membawa dampak positif bagi keluarga Kristen.
“Dengan tema ini, keluarga-keluarga Kristen akan semakin dipulihkan oleh Tuhan, tetap rukun, damai, dan bersukacita dalam segala hal,” tuturnya.
Dalam ibadah Natal, Pdt Natalia juga menyinggung bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Ia menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Menurutnya, ada daerah yang tidak dapat merayakan Natal karena masih berada dalam kondisi bencana.
“Ada doa yang kami panjatkan agar Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada mereka,” ucapnya.
Ia menegaskan, doa tersebut dipanjatkan agar sukacita Natal tetap hadir meski dalam situasi sulit.
Baca juga: Bantah Usir Istri Usai Dilantik PPPK Gorontalo, Iksan Daud Ungkap Polemik Rumah Tangganya
Toleransi Antarumat Beragama
Pdt Natalia juga menyoroti perbedaan suasana Natal di Gorontalo dibandingkan daerah mayoritas Kristen seperti Sulawesi Utara.
“Tapi kami bersyukur ada toleransi antarumat beragama yang ikut memberikan semangat bagi kami,” katanya.
Berdasarkan data Kanwil Satu Data tahun 2025, jumlah penduduk Provinsi Gorontalo tercatat 1.221.279 jiwa.
Dari jumlah tersebut, penduduk Muslim sebanyak 1.198.029 jiwa, sementara penduduk Kristen berjumlah 18.246 jiwa.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan ibadah Natal, aparat kepolisian dan TNI disiagakan di sekitar lokasi gereja.
Petugas berjaga di posko, pintu masuk gereja, serta mengatur arus lalu lintas di kawasan ibadah.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)