Viral Gorontalo
Bantah Usir Istri Usai Dilantik PPPK Gorontalo, Iksan Daud Ungkap Polemik Rumah Tangganya
Iksan Daud membantah tudingan yang menyebut dirinya mengusir sang istri setelah resmi dilantik PPPK
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Iksan-Daud-dan-Siti-Hindrawati.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iksan Daud bantah tudingan: Ia menegaskan tidak pernah mengusir istrinya setelah dilantik sebagai PPPK
- Manajemen Bandara Djalaluddin Gorontalo telah beberapa kali melakukan pembinaan dan mediasi
- Ia mengaku sudah lama mendapat tekanan dalam rumah tangga, memilih meninggalkan rumah demi menenangkan diri
TRIBUNGORONTALO.COM – Iksan Daud membantah tudingan yang menyebut dirinya mengusir sang istri setelah resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia menegaskan bahwa polemik rumah tangga yang kini viral di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.
Peristiwa ini mencuat setelah sebuah video yang diunggah oleh Siti Hindrawati, istri Iksan, ramai dibagikan di Facebook.
Unggahan tersebut memicu beragam komentar warganet dan menjadikan nama Iksan sorotan publik.
Dalam klarifikasinya kepada TribunGorontalo.com, Iksan mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama bekerja di Bandara Djalaluddin Gorontalo sebelum akhirnya diangkat sebagai PPPK pada Juni 2025.
“Saya bekerja sebagai tenaga kontrak sejak tahun 2016, dan baru diangkat PPPK tahun ini,” jelasnya kepada TribunGorontalo.com pada Rabu (24/12/2025).
Bandara Djalaluddin sendiri berada di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo, berjarak hampir 40 kilometer dari pusat Kota Gorontalo. Lokasi ini menjadi tempat Iksan mengabdi selama hampir satu dekade.
Menanggapi isu yang berkembang, Iksan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pimpinan instansi tempatnya bekerja. Ia menilai kegaduhan yang muncul telah melebar jauh dari persoalan pribadi.
“Permasalahan rumah tangga adalah privasi, dan saya tidak ingin membebani instansi,” tegasnya.
Iksan menekankan bahwa tudingan mengusir istri tidak benar adanya. Menurutnya, konflik rumah tangga yang terjadi hanyalah dinamika internal yang seharusnya tidak dikaitkan dengan status kepegawaiannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak manajemen Bandara Djalaluddin Gorontalo telah turun tangan melakukan pembinaan dan mediasi. Upaya tersebut bahkan dilakukan berulang kali.
“Manajemen bandara sudah melakukan pembinaan dan mediasi kepada saya bersama istri berulang kali,” ujarnya.
Pada Agustus dan September 2025, mediasi sempat menghasilkan kesepakatan damai. Iksan dan istrinya berkomitmen memperbaiki hubungan rumah tangga yang sempat renggang.
Namun, polemik kembali mencuat setelah unggahan sang istri viral di media sosial. Iksan mengaku kecewa karena persoalan pribadi kembali menjadi konsumsi publik.