Viral Gorontalo
Bantah Usir Istri Usai Dilantik PPPK Gorontalo, Iksan Daud Ungkap Polemik Rumah Tangganya
Iksan Daud membantah tudingan yang menyebut dirinya mengusir sang istri setelah resmi dilantik PPPK
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Iksan-Daud-dan-Siti-Hindrawati.jpg)
Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar. Menurutnya, hanya dirinya dan sang istri yang benar-benar mengetahui duduk persoalan rumah tangga mereka.
“Saya tidak mau membahas lebih detail mengenai permasalahan ini karena alasan privasi,” tandasnya.
Baca juga: Klarifikasi Iksan Daud Warga Gorontalo yang Diduga Usir Istri Usai Dilantik PPPK
Pengakuan Sang Istri
Di sisi lain, Siti Hindrawati tetap bersuara mengenai perlakuan yang ia alami. Ia mengaku sudah lama mendapat tekanan dalam rumah tangga, bahkan sebelum suaminya dilantik sebagai PPPK.
“Sudah lama saya selalu mendapat perlakuan seperti ini. Saya berusaha bertahan demi anak, tapi kemarin tiba puncaknya,” ungkap Siti, Selasa (23/12/2025).
Siti menyebut dirinya telah berjuang mempertahankan rumah tangga selama kurang lebih 10 tahun. Hal itu ia lakukan demi anak mereka yang kini berusia delapan tahun.
Rumah yang mereka tempati berada di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Namun kini, Siti memilih meninggalkan rumah tersebut.
Menurut Siti, tekanan semakin terasa setelah suaminya resmi menjadi PPPK. Ia menuding ucapan Iksan kerap membuatnya tertekan.
“Dia selalu bilang kalau saya takut kehilangan dia karena dia sudah PPPK,” ujarnya.
Siti juga menuturkan bahwa persoalan rumah tangga mereka sudah berulang kali diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Musyawarah keluarga bahkan sempat dilakukan dengan melibatkan orang tua kedua belah pihak.
Namun, kesepakatan yang pernah dibuat disebutnya kembali dilanggar. “Berulang kali saya selalu diturunkan, pernah dijemput dan sudah buat perjanjian sesama orang tua, tapi dia langgar lagi,” jelasnya.
Akibat konflik yang tak kunjung selesai, Siti akhirnya memilih tinggal sementara di rumah ibunya di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.
“Sekarang saya menenangkan diri,” pungkasnya.
Polemik yang Jadi Sorotan Publik
Kasus ini menjadi perbincangan hangat di Gorontalo karena melibatkan status kepegawaian PPPK yang baru saja disandang Iksan. Banyak warganet menilai persoalan pribadi seharusnya tidak dikaitkan dengan jabatan publik.
Iksan sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat mengusir sang istri. Ia meminta masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi yang belum tentu sesuai fakta.
Meski demikian, pengakuan Siti tetap mendapat simpati dari sebagian warganet. Banyak yang menilai keberanian Siti mengungkapkan kisahnya sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan rumah tangga.