Viral Gorontalo
Klarifikasi Iksan Daud Warga Gorontalo yang Diduga Usir Istri Usai Dilantik PPPK
Iksan Daud mendadak viral gara-gara dituding mengusir istrinya usai dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-Iksan-Daud.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iksan telah bekerja sebagai tenaga kontrak di Bandara Djalaluddin Gorontalo sejak 2016 dan resmi diangkat sebagai PPPK pada Juni 2025
- Ia meminta maaf atas kegaduhan di publik, menegaskan konflik rumah tangga adalah urusan pribadi, dan tidak ingin membebani instansi tempatnya bekerja
- Manajemen bandara telah melakukan pembinaan dan mediasi berulang kali, bahkan sempat tercapai kesepakatan damai pada Agustus–September 2025
TRIBUNGORONTALO.COM – Iksan Daud mendadak viral gara-gara dituding mengusir istrinya usai dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Peristiwa ini menjadi buah bibir warganet setelah pengguna Facebook, Siti Hindrawati, membagikan video beberapa waktu lalu.
Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Iksan Daud akhirnya angkat bicara mengenai status kepegawaiannya sekaligus merespons kegaduhan yang berkembang di ruang publik.
Ia menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja cukup lama sebelum resmi menjadi PPPK.
“Saya bekerja sebagai tenaga kontrak di Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo sejak tahun 2016 dan diangkat sebagai PPPK pada Juni 2025,” jelasnya, Rabu (24/12/2025).
Bandara Djalaluddin terletak di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo. Bandara Kelas I yang dikelola UPT Ditjen Hubud ini berjarak 39,9 kilometer dari Kota Gorontalo.
Butuh waktu sekitar satu jam menggunakan mobil jika melewati Jalan Gorontalo Outer Ring Road.
Penjelasan Iksan Daud
Menanggapi ramainya perbincangan di media sosial, khususnya yang melibatkan unggahan sang istri, Iksan menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak.
Ia menilai persoalan tersebut telah melebar dan menimbulkan kegaduhan. Permohonan maafnya ditujukan kepada masyarakat serta pimpinan di instansi tempatnya bekerja.
Iksan menegaskan bahwa konflik rumah tangga yang dialaminya merupakan urusan pribadi dan tidak ingin persoalan tersebut berdampak pada institusi tempatnya bekerja.
“Permasalahan rumah tangga adalah privasi, dan saya tidak ingin membebani instansi,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Iksan juga mengungkapkan bahwa pihak manajemen Bandara Djalaluddin Gorontalo telah turun tangan menyikapi persoalan tersebut.
Menurutnya, upaya pembinaan dan mediasi sudah dilakukan lebih dari sekali.
“Manajemen bandara sudah melakukan pembinaan dan mediasi kepada saya bersama istri berulang kali,” ujarnya.