Viral Gorontalo
Siti Hindrawati Curhat Diusir Suami PPPK Gorontalo: Berkali-kali Diminta Pergi, Bertahan demi Anak
Siti Hindrawati menjadi sorotan publik setelah video yang diunggahnya viral di media sosial.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Siti-Hindrawati-dan-perabotan-rumah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang istri di Gorontalo, Siti Hindrawati, mengaku diusir oleh suaminya yang baru dilantik sebagai PPPK
- Siti menyebut tekanan rumah tangga makin berat sejak suaminya menjadi PPPK, bahkan sering melontarkan ucapan yang membuatnya tertekan secara psikologis
- Video berdurasi 45 detik yang diunggah Siti memperlihatkan tumpukan barang di depan rumah dan suaminya mondar-mandir
TRIBUNGORONTALO.COM – Siti Hindrawati menjadi sorotan publik setelah video yang diunggahnya viral di media sosial.
Ia mengaku diusir oleh suaminya yang baru saja dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Siti membenarkan bahwa dirinya telah meninggalkan rumah.
“Sudah lama saya sering diperlakukan seperti ini. Saya bertahan demi anak, tapi kemarin sudah sampai pada puncaknya,” ujar Siti kepada wartawan pada Selasa (23/12/2025).
Ia mengaku telah mempertahankan rumah tangganya selama hampir satu dekade, terutama demi anak mereka yang kini berusia delapan tahun.
Siti menyebut bahwa rumah yang selama ini mereka tempati berada di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, tekanan dalam rumah tangga semakin terasa setelah suaminya resmi dilantik sebagai PPPK. Ia merasa sikap suaminya berubah sejak saat itu.
Siti mengungkapkan bahwa sang suami kerap melontarkan ucapan yang membuatnya merasa tidak dihargai dan tertekan secara psikologis.
“Salah satu yang membuat saya tertekan adalah ucapannya yang sering bilang saya takut kehilangan dia karena dia sudah jadi PPPK,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa persoalan rumah tangga mereka sebenarnya sudah beberapa kali diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
Musyawarah antara kedua belah pihak keluarga bahkan sempat dilakukan, lengkap dengan kesepakatan yang disetujui oleh orang tua masing-masing.
Namun, menurut Siti, kesepakatan tersebut kembali dilanggar oleh sang suami.
“Sudah berkali-kali saya disuruh keluar dari rumah. Pernah dijemput dan sudah ada perjanjian antar orang tua, tapi dia langgar lagi,” jelasnya.
Merasa tidak lagi sanggup bertahan, Siti akhirnya memilih meninggalkan rumah dan kini tinggal sementara di rumah ibunya di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.