Kebakaran di Gorontalo
Kesaksian Irfan Botutihe Korban Kebakaran di Dulalowo Gorontalo, Rumah Nyaris Jadi Abu
Irfan Botutihe menceritakan pengalamannya saat kebakaran di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Irfan-Botutihe-warga-Kelurahan-Dulalowo.jpg)
Pantauan di lokasi, Irfan terlihat mulai menata ulang rumahnya. Sejumlah bagian bangunan tampak rusak, sementara perabotan yang berhasil diselamatkan kini ditumpuk di depan rumah.
Ia berharap kondisi segera kembali normal agar keluarganya bisa kembali tinggal di rumah tersebut.
“Tinggal tunggu air dan listrik, kalau sudah normal sudah bisa tinggal,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebakaran di Jalan Madura berdampak pada enam rumah warga, dengan dua di antaranya ludes terbakar. Sebanyak 16 kepala keluarga dengan total 51 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Cek NIK KTP Anda Lewat HP, Ketahui Penerima Bansos Desember 2025
Api Hanguskan Rumah Warga
Kebakaran terjadi di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (16/12/2025).
Meski terpantau TribunGorontalo.com pada pukul 13.00 Wita, namun laporan otoritas resmi, kebakaran itu sudah mulai terjadi setengah jam sebelumnya.
Api mengamuk, menghanguskan sejumlah rumah di kawasan padat penduduk.
Informasi sementara pengamatan di lapangan, lebih dari satu rumah yang terbakar.
Asap hitam tebal membumbung ke langit sertai dengan kobaran api.
Beberapa kali terdengar dentuman keras. Namun, belum diketahui suara yang menyerupai petasan itu berasal dari benda apa.
Namun diketahui, rumah yang terbakar ini merupakan milik seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi pendingin mobil.
Sejumlah warga bahu-membahu memadamkan api.
Aparat TNI dan masyarakat terlihat berjibaku mengangkut barang-barang, sementara personil damkar berusaha keras melakukan pemadaman.
Suasana begitu sesak karena masyarakat banyak berkerumun di lokasi yang menyulitkan.
Hingga saat ini suasana masih dilakukan penanganan.
Petugas PLN telah memutus arus listrik untuk menghindari hubungan pendek arus listrik.
Terlihat para pemuda rela memanjat genteng demi memadamkan api. Sekaligus berharap api tak menjalar ke rumah tetangga.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)