Penikaman di Pasar Sentral
Terungkap Detik-detik Pembacokan di Pasar Sentral Gorontalo, Korban Lagi Nongkrong Bersama Keluarga
Novaris Kaluku (60) menjadi salah satu saksi kunci dalam kasus pembacokan di Pasar Sentral Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RICUH-PASAR-SENTRAL-Tangkapan-layar-video-kericuhan.jpg)
Kapolresta menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan serangan acak.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui konflik antara pelaku dan korban sudah berlangsung lama.
Kronologi Kejadian
Sekitar pukul 22.40 Wita, Novaris bersama Rion dan keluarga mereka dari Jakarta sedang duduk dan menikmati kopi di salah satu booth warkop Pasar Sentral.
Tak lama kemudian, Rion meninggalkan tempat duduknya dan berpindah ke bagian belakang booth.
Novaris melihat Rion berbincang dengan salah seorang temannya.
Selang beberapa waktu, tiba-tiba terjadi keributan yang melibatkan tiga orang tak dikenal.
Novaris berdiri dan memperhatikan orang yang dianiaya. Ia kaget ketika mengetahui korban adalah adiknya sendiri.
Ia melihat Rion terkapar dan dianiaya oleh tiga pria menggunakan kursi serta parang.
Dalam kondisi panik, Novaris berlari menuju tempat duduk Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel.
Mendengar laporan itu, keduanya langsung berteriak dan berusaha menghentikan pelaku.
Namun, pelaku tidak terkendali dan terus melancarkan aksinya.
Setelah puas menyerang, pelaku memasukkan parang ke dalam sarung dan meninggalkan lokasi.
Korban yang bersimbah darah segera dibawa ke RS Multazam menggunakan sepeda motor.
Permintaan Maaf Wali Kota Gorontalo
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa peristiwa itu tidak direncanakan dan tidak berkaitan dengan aktivitas UMKM di kawasan Pasar Sentral.