Selasa, 17 Maret 2026

Penikaman di Pasar Sentral

Adhan Minta Maaf, Sebut Penikaman di Pasar Sentral Gorontalo Berawal dari Konflik Setahun Lalu

Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait insiden penikaman yang menggegerkan pelataran Pasar Sentral Kota Goron

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Adhan Minta Maaf, Sebut Penikaman di Pasar Sentral Gorontalo Berawal dari Konflik Setahun Lalu
TribunGorontalo.com
PASAR SENTRAL -- Momen Adhan Dambea berada di Pasar Sentral Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait insiden penikaman yang menggegerkan pelataran Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Sabtu malam (06/12/2025).

Ia menegaskan bahwa peristiwa itu tidak direncanakan dan tidak berkaitan dengan aktivitas UMKM yang selama ini memenuhi kawasan tersebut.

"Mohon maaf atas kejadian semalam. Kejadian itu memang tidak direncanakan, saya kira semua tidak menghendaki semua itu," ujar Adhan.

Diungkap Berawal dari Konflik Lama Saat Masa Kampanye

Menurut Adhan, aksi penikaman tersebut dipicu oleh konflik personal yang telah terjadi sejak satu tahun lalu, tepatnya pada masa kampanye.

Ia menuturkan bahwa pelaku dan korban kebetulan bertemu di Pasar Sentral, sehingga pertikaian lama itu kembali memanas.

Terduga pelaku dikenal dengan nama beken "Starky", sementara korban bernama Rion Kaluku.

Baca juga: Nofeldi Petingko Juara Gorontalo Half Marathon, Tuntaskan 21K dalam 1 Jam 12 Menit

Ia menjelaskan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran berbagai tuduhan di media sosial, termasuk dituding memiliki utang Rp1 miliar.

Bahkan melalui media sosial, Adhan Dambea jadi sasaran cibiran hingga hinaan oleh korban.

Karena itu, terduga pelaku, Starky, sudah lama memendam amarah Rion Kaluku. 

"Tetapi kebetulan semalam ketemu dengan saudara Rion ini (di Pasar Sentral),” ujarnya.

Adhan memaparkan kronologi awal sebelum penikaman.

Menurutnya, Starky awalnya hanya pergi ke bagian belakang area pasar.

Ia mengaku sempat ragu dengan sosok Rion, sehingga mencoba memastikan identitasnya.

Namun, saat dijawab, tiba-tiba terjadi serangan yang memicu penikaman dan kericuhan besar di pelataran pasar.

Kegiatan UMKM Tidak Terkait Peristiwa

Adhan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan terjadi karena kegiatan komunitas UMKM di Pasar Sentral.

Ia mengingatkan bahwa aktivitas UMKM yang kini ramai di Pasar Sentral murni berasal dari inisiatif warga.

“Kegiatan ini kegiatan saudara-saudara, bukan kegiatan komunitas pemerintah. Pemerintah hanya memfasilitasi, menyiapkan tempat. Ini benar-benar lahir dari masyarakat, mayoritas generasi muda,” tegasnya.

Ia meminta agar bila terjadi persoalan antarpersonal, sebaiknya diselesaikan secara internal atau dilaporkan ke pihak kepolisian untuk mencegah konflik berkembang menjadi kekerasan.

Adhan bahkan mengungkap bahwa ia sendiri pernah melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Gorontalo namun tidak diproses.

Ia menilai jika laporan itu ditindaklanjuti, kemungkinan besar insiden Sabtu malam tidak akan terjadi.

Meski begitu, kericuhan yang terjadi menyebabkan ratusan kursi dan meja UMKM rusak.

Adhan mengapresiasi sejumlah pihak yang langsung berinisiatif mengumpulkan dana untuk mengganti kerugian pedagang.

Namun ia mengingatkan agar penggantian dilakukan dengan jujur dan berdasarkan bukti riil, bukan dengan menambah-nambahi kerusakan.

“Saya sarankan, jangan kasih uang. Dihitung berapa kursi yang rusak, diganti dengan kursi, bukan uang. Jangan tambah-tambah, kalian dapat dosa. Yang penting ada nota yang benar,” tegasnya.

Walau  sempat mencekam, Adhan memastikan aktivitas UMKM di Pasar Sentral tetap berjalan setelah kejadian.

Ia memantau langsung kondisi lapangan dan memastikan sebagian pedagang kembali berjualan pada malam berikutnya.

“Alhamdulillah malam ini juga saya pantau terus. Masih ada yang jualan.”

Adhan berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama agar konflik pribadi tidak merembet ke ruang publik dan merugikan banyak pihak, terutama para pelaku UMKM yang kini menggantungkan penghasilan di kawasan Pasar Sentral. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved