Pemkot Gorontalo
122 Honorer Kota Gorontalo Belum Terakomodir PPPK, Adhan Dambea Lapor ke Kepala BKN
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan langsung persoalan nasib tenaga honorer
Penulis: WawanAkuba | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Adhan-Dambea-ffff66666888.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan persoalan nasib tenaga honorer kepada Kepala BKN
- Masih ada 122 tenaga honorer di Kota Gorontalo yang belum terakomodir
- Padahal Kota Gorontalo sendiri baru saja melantik sekitar 1.800 PPPK
TRIBUNGORONTALO.COM – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan langsung persoalan nasib tenaga honorer di wilayahnya kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh, Kamis (4/12/2025).
Adhan menyebut, hingga kini masih ada 122 tenaga honorer di Kota Gorontalo yang belum terakomodir dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Padahal Kota Gorontalo sendiri baru saja melantik sekitar 1.800 PPPK di akhir tahun ini.
“Kota Gorontalo, honorer yang tidak terakomodir itu 122 orang. Memang ada dua pemahaman dan masalah ini cukup dilematis,” kata Adhan di hadapan Zudan Arif.
Menurutnya, pemerintah daerah berada dalam situasi yang sulit karena di satu sisi ada kebutuhan dan pengabdian para honorer.
Namun di sisi lain tidak terdapat regulasi yang jelas terkait mekanisme pembayaran honor bagi mereka yang tidak masuk dalam skema resmi.
“Sampai saat ini saya tidak berani membayar honor mereka. Kalau mereka terima honor, saya yang bisa dihukum,” ujarnya.
Adhan mengungkapkan, sehari sebelum kedatangan Kepala BKN ke Gorontalo, ia didatangi oleh ratusan tenaga honorer, baik dari Kota Gorontalo maupun dari tingkat provinsi, yang menyampaikan keluhan serupa.
“Bukan hanya dari Kota Gorontalo, tapi ada kurang lebih 300 honorer tingkat provinsi yang juga datang mengadu. Saya bilang, nanti kita ketemu dengan Pak Zudan agar bisa mendapat penjelasan yang baik,” kata Adhan.
Dalam kesempatan itu, Adhan juga menyinggung kisah seorang guru yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari demi mengajar.
Guru tersebut mengajar di Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo, sementara tempat tinggalnya berada di Tapa, Kabupaten Bone Bolango, yang terpisah oleh wilayah Kota Gorontalo.
“Semoga ada solusi,” ucap Adhan.
Target Stunting 8 Persen dan ATS Nol, Pesan Tegas Kepala BKN di Gorontalo
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting hingga 8 persen dan mewujudkan nol Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kta Gorontalo.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri Workshop Penguatan Tata Kelola dan Etika Pemerintahan yang digelar di Kota Gorontalo dan dibuka langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, (Kamis, 4/11/2025)
Dalam arahannya, Zudan menekankan bahwa persoalan stunting dan anak tidak sekolah bukan sekadar isu sektoral, melainkan menyangkut masa depan daerah dan kualitas sumber daya manusia.
| Sudah Disiapkan Rp2,3 Miliar, Kapan THR PPPK Paruh Waktu Kota Gorontalo Dibayarkan? |
|
|---|
| Jalan Palma Rusak Bertahun-Tahun, Kini Masuk Prioritas Perbaikan Pemkot Gorontalo |
|
|---|
| THR 4 Ribu ASN Kota Gorontalo Segera Cair! Rp21,6 Miliar Sudah Disiapkan |
|
|---|
| Badut Beraktivitas di Jalan Raya Gorontalo Diamankan, Ini Penjelasan Regulasi Resminya |
|
|---|
| Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Sepakati Nilai Zakat Fitrah Ramadan 2026, Ini Besarannya |
|
|---|