Berita Kota Gorontalo
Lantai Dua Pasar Sentral Gorontalo Disiapkan Jadi Pasar Hobi untuk UMKM, Digratiskan 3 Bulan
Pemerintah Kota Gorontalo mulai memanfaatkan lantai dua Pasar Sentral sebagai ruang ekonomi kreatif.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-SENTRAL-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mulai memanfaatkan lantai dua Pasar Sentral sebagai ruang ekonomi kreatif.
Area yang selama ini kosong akan disulap menjadi pasar hobi, tempat berkumpulnya berbagai komunitas pelaku usaha kecil dan penggemar hobi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto, mengatakan pemanfaatan lantai dua itu dilakukan untuk menghidupkan kembali bagian pasar yang belum berfungsi optimal.
Baca juga: Ditolak Balikan, Pria Bakar Rumah Mantan Pacar yang Ternyata Cuma Kontrakan
“Untuk pemanfaatan Pasar Sentral itu di lantai dua, itu kan kosong, tidak termanfaatkan. Nah, itu kita isi dengan komunitas hobi,” ujar Haryono saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, komunitas yang akan menempati lantai dua terdiri atas berbagai jenis hobi, mulai dari tanaman hias, hewan hias, akuarium, hingga hobi Tamiya.
“Akan ada berbagai macam hobi yang ditempatkan di lantai dua Pasar Sentral, jadi nanti jadinya pasar hobi,” tambah Haryono.
Selain itu, Haryono juga menyinggung aktivitas pelaku UMKM kopi yang kini ramai berjualan di pelataran Pasar Sentral setiap malam.
Katanya, pemerintah kota masih memberi kelonggaran kepada mereka tanpa pungutan retribusi.
“Untuk kopi-kopi itu, saat ini banyak UMKM kopi yang berjualan di sekitar pelataran Pasar Sentral pada malam hari. Mereka belum kami kenakan retribusi karena masih diberikan kesempatan untuk berkembang dulu sesuai arahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea,” ucapnya.
Namun, kebijakan itu hanya berlaku sementara, saat usaha para warga mulai stabil maka pemerintah akan mengenakan retribusi daerah.
“Nanti kalau sudah berkembang, baru dimintakan retribusi,” ujar Haryono.
Ia juga mengajak anak muda yang ingin berwirausaha untuk bergabung.
“Bagi pemuda yang ingin mendaftar berjualan di Pasar Sentral silakan menghubungi Dinas Perindag,” katanya.
Haryono menegaskan, aspek kebersihan dan keamanan pasar menjadi perhatian serius pemerintah.
“Untuk kebersihan sudah ada vendor dari dinas yang setiap hari melaksanakan tugas pembersihan,” jelasnya.