Berita Gorontalo
Sampah Jadi Fokus, Kota Gorontalo Optimis Raih Adipura Lagi
Pemerintah Kota Gorontalo menaruh perhatian serius terhadap penanganan sampah. Tahun ini, fokus utama penilaian Penganugerahan Adipura
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SAMPAH-DI-KOTA-GORONTALO-Kondisi-sampah-di-Jalan-Gelatik-Kelurahan-Heledulaa-Kecamatan-Kota.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Kota Gorontalo menaruh perhatian serius terhadap penanganan sampah.
Tahun ini, fokus utama penilaian Penganugerahan Adipura memang diarahkan pada persoalan sampah, berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada penataan ruang terbuka hijau.
Kabid Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kota Gorontalo, Santi Moo, mengatakan bahwa indikator lain tetap dinilai, namun penanganan sampah lebih diprioritaskan.
“Digerakan untuk seluruh pemda menangani persoalan sampah mulai dari hulunya,” ujar Santi, Jumat (26/9/2025).
Menurut Santi, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga agar volumenya dapat ditekan sejak awal.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di Kota Gorontalo terbagi dua, yakni penanganan sampah dan pengurangan sampah.
Upaya itu diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya pengelolaan di TPS 3R, bank sampah, hingga keterlibatan masyarakat.
Dari 10 unit TPS 3R yang ada, baru 4–5 unit yang aktif, dan telah menjadi objek penilaian tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selain itu, DLH juga mengelola rumah kompos di eks TPA Tanjung Kramat serta membina komunitas masyarakat, salah satunya Komunitas Tanggidaa Grup yang konsisten mengolah sampah menjadi kerajinan.
Dari sisi sarana, Pemkot terus menambah armada pengangkut sampah.
Saat ini sudah ada tambahan 9 unit kendaraan baru untuk mendukung operasional di lapangan.
Bahkan, instruksi penanganan sampah juga disalurkan melalui dana kelurahan.
Namun, Santi menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah.
“Terlepas dari tambahan armada dan dukungan pemerintah, yang paling penting adalah mengubah perilaku masyarakat,” tegasnya.
Sejak awal pekan ini, tim dari kementerian sudah melakukan penilaian di Kota Gorontalo.
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|