Kebakaran Gorontalo
BREAKING NEWS: Rumah di Biawu Gorontalo Terbakar Akibat Korsleting, Tersisa Hanya Pakaian di Badan
Kebakaran hebat meludeskan rumah yang berisi 10 jiwa di Biawu, Gorontalo. Seluruh harta benda hangus, korban hanya bisa selamatkan diri.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/kebakaran-di-biawu-gorontalo-karena-korsleting.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pagi yang semula tenang di sebuah pemukiman warga mendadak berubah menjadi duka mendalam.
Sebuah rumah yang ditinggali tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa, seketika ludes dilalap api akibat korsleting listrik, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 07.30 Wita.
Amirudin Usman, salah satu korban, masih terlihat syok ketika menceritakan detik-detik api menjalar cepat dari bagian atas rumah.
“Api dari atas tiba-tiba dari atas ke bawah,” ungkap Amirudin dengan tatapan kosong.
Upaya pemadaman mandiri sempat dilakukan.
Namun, angin kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan hingga melahap habis bangunan rumah beserta seluruh isinya.
Baca juga: Pasca Rumahnya Dijarah, Ahmad Sahroni Putuskan Enggan Pulang ke Indonesia untuk Keamanan
Lebih memilukan, tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan.
Amirudin hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarganya.
“Hanya sisa baju di badan ini pak,” keluhnya dengan suara lirih.
Menurut Amirudin, korsleting listrik bukan baru kali pertama terjadi.
Sebelumnya, sempat terjadi insiden serupa, namun bisa diantisipasi.
Baca juga: Info Cuaca Kabupaten Gorontalo dan Boalemo Hari Ini Senin 1 September 2025
Kali ini, api bergerak terlalu cepat sehingga tidak ada ruang untuk menyelamatkan harta benda.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Semua bangunan permanen dan barang berharga hangus tak bersisa.
Hingga berita ini diturunkan, tim Damkar masih melakukan pendinginan di lokasi.
Sementara itu, puluhan warga terlihat memadati area kebakaran, menyaksikan sisa-sisa rumah yang kini hanya menyisakan arang dan puing.
Di antara kerumunan, tangis keluarga korban pecah tak terbendung.
Rumah yang menjadi tempat tinggal dan kenangan kini sirna menyisakan kepedihan.
Baca juga: Gempa Bumi dengan SR 2.0 Menguncang Wilayah Kepulauan Sulawesi, Indonesia BMKG: Kedalaman 5Km
Lurah Biawu, Muchlis Bau mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendataan untuk memberikan penanganan darurat.
Tidak lama lagi kata Muchlis, bantuan darurat akan tiba berdasarkan informasi yang ia terima dari Camat Kota Selatan.
"Pakaian, alat-alat perlengkapan dapur, baju dan makanam," rinci Muchlis.
Saat ini Amirudin dan tiga KK lainnya untuk sementara menginap di rumah keluarganya masing-masing. (*)
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.