Objek Wisata Gorontalo
Nggak Perlu Naik Gunung, Anak Muda Pilih Camping di Bucer Gorontalo
Di antara gelapnya perbukitan, cahaya dari tenda-tenda dan lentera sederhana milik pengunjung menambah suasana hangat yang sulit ditemukan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bumi-ceria-kamping.jpg)
Kebutuhan makan dan minum pun tidak menjadi masalah. Di area atas bukit, tersedia penjual yang menyediakan kopi, mie instan, hingga air panas.
“Kalau malas turun, di atas juga ada yang jual. Jadi tidak perlu repot bawa banyak perlengkapan,” katanya.
Selain panorama perbukitan, Bukit Bumi Cerah juga menawarkan pengalaman berbeda dengan adanya kolam pemandian di dataran tinggi.
Pengunjung bisa berenang sambil menikmati pemandangan alam, baik untuk anak-anak maupun dewasa.
Dengan posisi strategis, pengunjung dapat melihat tiga wilayah sekaligus: Bone Bolango di sisi timur, Kota Gorontalo, serta Kabupaten Gorontalo di bagian barat.
Saat malam tiba, hamparan lampu kota menjadi daya tarik utama, terutama bagi mereka yang memilih bermalam.
Ketua Unit Pengelola Wisata Bukit Bumi Cerah, Aprianto Umar, sebelumnya menyampaikan kawasan ini memang dirancang ramah untuk semua kalangan.
Dengan tarif masuk Rp10.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati fasilitas dasar seperti parkir, kamar mandi, hingga kolam pemandian.
Sementara untuk camping, tarif yang dikenakan sebesar Rp15.000 per orang. Harga yang terjangkau ini membuat destinasi tersebut semakin diminati, terutama oleh kalangan anak muda.
Fasilitas lain seperti gazebo dan pendopo juga tersedia bagi pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga atau teman. Bahkan, lokasi ini kerap dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas hingga pembuatan konten kreator lokal.
Fenomena camping di Bukit Bumi Cerah menunjukkan perubahan cara anak muda menikmati wisata alam. Tak lagi harus mendaki jauh, kini pengalaman alam bisa dirasakan dengan cara yang lebih praktis.
Di tempat ini, aktivitas sederhana seperti duduk bersama, berbincang, hingga menikmati kopi di bawah langit terbuka justru menjadi momen yang paling berkesan.
Bagi Lanto dan teman-temannya, camping bukan sekadar menginap di alam terbuka, melainkan cara melepas penat dari rutinitas.
“Di sini kita bisa santai, tidak ribet, tapi tetap dapat suasana alam. Itu yang bikin betah,” tutupnya. (*)