Tribun Podcast
Kadis Dikbud Gorontalo Abdul Waris Bicara Restorasi Pendidikan, Perkuat Sistem hingga Karakter Siswa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, menegaskan komitmennya melakukan pembenahan pendidikan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Menurutnya, selama ini masih ada sistem yang berjalan tidak konsisten sehingga berdampak pada kualitas pelayanan pendidikan.
“Jadi kita ingin merestorasi pertama dari sistem. Nah sistemnya tidak bekerja baik. Terkadang potong-potong. Nah itu bahaya,” katanya.
Ia menilai birokrasi yang terlalu panjang juga menjadi salah satu penyebab lambatnya pelayanan.
“Terkadang lambat, berarti ada yang harus dipotong, jangan terlalu banyak birokrasinya, ada yang harus di cut,” ujarnya.
Selain sistem birokrasi, pembenahan juga akan menyentuh aspek kelembagaan sekolah. Waris menyoroti masih adanya sekolah satu atap yang dipimpin oleh satu kepala sekolah untuk dua jenjang pendidikan.
“Karena di saya masih banyak sekolah yang satu atap. Sekolah satu atap itu satu kepala sekolah. Kalau satu kepala sekolah, gimana satu kepala sekolah mau urus dua kurikulum? Satu kurikulum SD, satu kurikulum SMP,” katanya.
Menurutnya, konsep sekolah satu atap pada awalnya memang bertujuan memperluas akses pendidikan. Namun saat ini, fokus pembangunan pendidikan harus beralih pada peningkatan mutu.
“Kalau itu untuk meningkatkan akses. Tapi kalau kita sudah mau cerita mutu, nah namanya akses ini sejak tahun berapa? Tahun 1999 kita sudah cerita akses, tapi kan sudah harusnya kita bercerita tentang mutu,” lanjut Abdul Waris.
Perkuat Pendidikan Karakter
Baca juga: Kisah AKP Abdul Wahid Harmain, Kasubsiluhkum Polres Gorontalo: Pelayanan Masyarakat adalah Ibadah
Selain mutu akademik, Dikbud Kabupaten Gorontalo juga memperkuat pendidikan karakter siswa, khususnya nilai-nilai religius.
Waris mengatakan pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam program restorasi pendidikan yang sedang dijalankan.
Salah satu program yang sudah berjalan adalah Navigasi Iman Masuk Sekolah. Ada dua kegiatannya yakni Siswa Bersholawat dengan Gemar Membaca Al-Quran.
Program tersebut dilaksanakan setiap pagi di seluruh sekolah di Kabupaten Gorontalo, mulai dari tingkat TK hingga SMP.
“Gemar siswa bersalawat itu setiap pagi. Itu luar biasa. Seluruh sekolah saya dari mulai TK sampai dengan SMP,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu, Waris juga menyoroti pelantikan 171 kepala sekolah di Kabupaten Gorontalo.
Ia menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.