Profil Pejabat Gorontalo
Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Ramlan Amrain mengemban amanah baru sebagai Lurah Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ramlan-Amrain.jpg)
Sebelum dipercayakan memimpin Kelurahan Tenilo, Ramlan telah "makan asam garam" di berbagai instansi, terutama di Kabupaten Boalemo.
Kariernya membentang luas mulai dari staf di Kesbangpol, diperbantukan di KPU, hingga terjun ke Dinas Sosial dan Perindag.
Pengalamannya kian terasah saat bertugas di BNN Kabupaten Boalemo (2014-2019) pada bagian rehabilitasi.
Ia juga pernah mencicipi posisi strategis di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan di era Bupati Darwis Moridu, hingga menjabat Kasubag Keuangan serta Kepala Seksi di berbagai dinas.
"Setelah lama bertugas di luar, saya akhirnya memohon pindah pulang kampung ke Limboto," ungkapnya.
Tak lama setelah pindah, ia mengikuti seleksi terbuka jabatan lurah pada Januari 2026 dan berhasil menyisihkan puluhan kandidat lainnya.
Visi Tenilo: Bebas Banjir dan Kelola Sampah
Sebagai Lurah Tenilo yang baru, Ramlan membawa misi konkret.
Prioritas utamanya adalah penanganan masalah klasik di wilayahnya: banjir dan sampah.
Pria berdomisili di Kayubulan ini berencana membentuk Kelompok Peduli Sampah Terpadu (KPST).
"Konsepnya adalah membentuk kelompok sadar sampah. Untuk banjir, saya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kecamatan guna memastikan pembangunan tanggul dan drainase berjalan optimal," tegas Ramlan.
Menariknya, saat ditanya mengenai harapan untuk warganya, Ramlan menyampaikan doa yang menyentuh.
"Saya berharap di masa jabatan saya, masyarakat Tenilo diberikan umur panjang oleh Allah. Saya berdoa tidak ada kematian, dalam artian masyarakatnya sehat dan sejahtera," tuturnya.
Baca juga: Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor
Filosofi Kepemimpinan
Bagi Ramlan, kepemimpinan adalah soal melayani, bukan dilayani. Ia memegang prinsip integritas dan profesionalitas yang kuat.
Ia memiliki filosofi yang cukup dalam mengenai kekuasaan. Menurutnya, seorang birokrat tidak boleh meletakkan jabatan di dalam hati karena bisa menimbulkan kesombongan.
"Letakkan jabatan itu di telapak tangan, bukan di hati. Karena kalau di tangan, suatu saat akan mudah dilepaskan tanpa rasa sakit atau keangkuhan. Dengan begitu, kita akan melayani masyarakat dengan tulus," jelas pria yang memiliki hobi sepak bola ini.