Ramadan 2026
Puasa Lebih Dulu dari Ketentuan Pemerintah, Ini Kata Jamaah Masjid Darul Arqam Gorontalo
Jon Hendra, jamaah Masjid Darul Arqam Gorontalo, hal tersebut bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jon-Hendra-jamaah-Masjid-Darul-Arqam.jpg)
Meski demikian, untuk urusan berbuka puasa, Jon mengaku masih memikirkannya.
Pelaksanaan Tarawih
Masjid Darul Arqam telah memulai pelaksanaan salat Tarawih lebih awal pada Rabu (18/2/2026), sesuai dengan ketetapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diinstruksikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Meskipun terdapat perbedaan awal Ramadan dengan pemerintah, suasana di masjid yang berkapasitas 7.000 jamaah ini tetap kondusif dan dipenuhi jamaah.
Salah satunya adalah program “Cermin” atau ceramah 10 menit yang dilaksanakan setiap mlam di antara salat Isya dan Tarawih.
Untuk menjaga kekhusyukan, pihak takmir telah menunjuk imam-imam pilihan dengan kualitas bacaan yang baik.
“Kita juga memilih imam-imam yang relatif lebih bagus agar mengkhusyukan jamaah, menarik jamaah dan jamaah lebih nyaman,” jelas Ketua Takmirul Masjid Darul Arqam Gorontalo, Arfan Tilome, Selasa (18/2/2026).
Arfan menjelaskan bahwa pelaksanaan tersebut mengikuti instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengacu pada metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Ia menegaskan bahwa perbedaan awal Ramadan bukanlah hal baru dan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Perbedaan itu sudah sering terjadi dan bukan dasar hingga ada perpecahan,” ujar Arfan.
Meski demikian, ia mengakui sempat memiliki keraguan terkait antusiasme jamaah, mengingat ini merupakan kali pertama metode KHGT diterapkan dalam penentuan awal Ramadan di lingkungan mereka.
“Paling-paling cuma tiga sampai empat saf tapi ternyata lumayan,” jelasnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)