Bocah Tewas Tenggelam
Breaking News: Bocah SMP Tewas usai Terseret Arus Sungai Paguyaman Gorontalo
Seorang bocah laki-laki bernama Abdulrahman Pengo, pelajar kelas 1 SMP, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Paguyaman
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-suasana-rumah-duka-bocah-tenggelam.jpg)
Mendengar teriakan itu, Sumitra melepaskan pegangan tangannya dari Yasin untuk menolong anaknya.
Namun, arus sungai yang deras tidak mampu dibendung.
Akibatnya, ketiganya terpisah dan terseret arus Sungai Motoduto.
Dalam kondisi kritis, Yasin masih sempat menyelamatkan diri dengan memegang batang kayu di pinggiran sungai.
“Yasin berhasil selamat karena sempat berpegangan pada batang kayu di tepi sungai,” terang Wawan.
Yasin kemudian naik ke daratan, sementara Sumitra dan Akbar sudah tidak terlihat lagi terbawa arus.
Keterangan Yasin menguatkan bahwa saat di tengah sungai, pegangan mereka terlepas dan arus deras langsung menyeret Sumitra serta Akbar menjauh.
Usai kejadian, personel Polsek Boliyohuto bersama Koramil dan Pemerintah Kecamatan Boliyohuto, dibantu masyarakat setempat, langsung melakukan pencarian.
Tim Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 Wita dan segera bergabung dalam operasi SAR.
Pencarian difokuskan di titik terakhir korban terlihat, dengan menyusuri aliran Sungai Motoduto hingga Sungai Besar Paguyaman.
Dalam penelusuran, tim menemukan dua potong pakaian yang diduga milik korban. Celana jin berwarna biru diketahui milik Akbar, sedangkan kemeja cokelat milik Sumitra.
Namun hingga pukul 21.30 Wita, kedua korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi lapangan tidak memungkinkan serta minimnya pencahayaan.
Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi pukul 06.30 Wita dengan melibatkan seluruh unsur tim SAR gabungan dari Polres Gorontalo, Polsek Boliyohuto, Basarnas, dan Koramil Boliyohuto.
Pihak keluarga korban juga turut membantu proses pencarian, termasuk suami Sumitra, Rinto Dayangi.
Kepala Desa Motoduto, Djafar Ujaili, membenarkan bahwa korban bersama suaminya memang berdomisili di Desa Motoduto.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)