Bocah Tewas Tenggelam
Breaking News: Bocah SMP Tewas usai Terseret Arus Sungai Paguyaman Gorontalo
Seorang bocah laki-laki bernama Abdulrahman Pengo, pelajar kelas 1 SMP, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Paguyaman
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-suasana-rumah-duka-bocah-tenggelam.jpg)
Hingga saat ini kedua korban masih belum ditemukan.
Polres Gorontalo bersama tim gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian terhadap dua korban hanyut di Sungai Motoduto, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.
Pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Sejak laporan diterima, personel Polsek Boliyohuto langsung bergerak ke lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Tim Basarnas Provinsi Gorontalo turut bergabung pada Sabtu malam saat kejadian, Sabtu (3/1/2026).
Dalam proses penyisiran, tim gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban yang menjadi petunjuk pencarian.
“Sekitar pukul 16.30 Wita, tim menemukan dua pakaian milik korban, yakni celana jeans biru milik AD dan kemeja cokelat milik SI,” ujar Kasi Humas Polres Gorontalo, IPTU Wawan Suryawan.
Namun, keterbatasan kondisi lapangan membuat pencarian pada hari pertama harus dihentikan sementara.
“Proses pencarian dihentikan pada pukul 21.30 Wita karena kondisi gelap dan tidak memungkinkan,” jelasnya.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya hingga Senin (5/1/2025).
Kabag Ops Sat Brimob Polda Gorontalo, AKP Ruslan Djafar, melaporkan bahwa puluhan personel tim gabungan SAR dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Tim menyisir kembali lokasi awal, menyusuri aliran Sungai Motoduto hingga ke Sungai Besar Paguyaman, serta memperluas jangkauan pencarian sampai ke pesisir Pantai Bilato dan Desa Pelehu, Kecamatan Bilato.
Sejumlah perahu dari SAR Brimob Polda Gorontalo, SAR Samapta Polres Gorontalo, dan Basarnas Provinsi Gorontalo dikerahkan untuk mendukung pencarian melalui jalur air.
Selain itu, personel gabungan juga disiagakan di titik-titik strategis, seperti jembatan, hilir sungai, hingga kawasan pesisir, guna memaksimalkan pemantauan kemungkinan korban terbawa arus.
Hingga laporan terakhir, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan sekitar 80 personel gabungan.
“Apabila ada perkembangan dari hasil pencarian kedua korban, akan segera dilaporkan,” demikian laporan tertulis dari Brimob Polda Gorontalo.