Selasa, 31 Maret 2026

Peran Saka Nasional Gorontalo

Jauh-jauh dari Kendari ke Gorontalo, Jusman Pedagang Frozen Food Jualan di Peran Saka Nasional 2025 

Buper Bongohulawa tidak hanya diramaikan peserta saja, tapi UMKM juga memanfaatkan kesempatan itu, salah satunya penjual frozen food dari Kendari.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Jauh-jauh dari Kendari ke Gorontalo, Jusman Pedagang Frozen Food Jualan di Peran Saka Nasional 2025 
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PERAN SAKA - Jusman, penjual Frozen Food di Peran Saka Nasional Gorontalo, Senin (3/11/2025). Jusman ini merupakan pelaku UMKM dari Kendari 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Suasana Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo nampak ramai.

Tidak hanya diramaikan oleh ribuan peserta pramuka dari seluruh Indonesia. 

Namun juga ada beberapa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan momentum ini.

Salah satunya Jusman, warga dari Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia membuka lapak di seputaran belakang panggung utama bersama penjual lainnya.

Jusman rela menempuh perjalanan yang cukup jauh hanya demi meraup cuan.

Yang menarik, Jusman bukan pedagang biasa. 

Baca juga: 3 Kali Kabupaten Gorontalo Tuan Rumah Kegiatan Pramuka level Nasional, Bupati Sofyan Puhi Bangga¥

Ia sudah terbiasa berpindah-pindah daerah untuk mengikuti kegiatan besar seperti pameran dan perkemahan nasional. 

Selain semangat berjualan untuk mendapatkan penghasilan, Jusman juga ternyata memiliki jiwa petualang.

Maka tak heran dia tidak bisa berdiam diri di daerahnya

Bahkan, ia mengaku pernah menyeberang hingga ke Ternate dan perbatasan Timor Timur hanya untuk berdagang.

Dengan menggunakan mobil Pikap, Jusman menempuh ratusan kilometer untuk menjual dagangannya.

"Saya rumahnya berdomisili di Kendari, ke Gorontalo hanya untuk jualan," ujar Jusman kepada TribunGorontalo.com, Senin (3/11/2025).

Kata Jusman, sebelumnya dia sempat membuka lapak di Poso, Sulawesi Tengah sebelum akhirnya ke Gorontalo.

Ia menambahkan, keputusannya ke daerah Gorontalo ini usai melihat informasi dari internet adanya kegiatan berskala nasional di Gorontalo.

"Saya di Poso, pas saya cek di internet ada ivent di Gorontalo, akhirnya saya ke sini," ungkapnya.

Baca juga: Wulan Agustina, Peserta Peran Saka Nasional 2025 dari NTB Kaget dengan Cuaca Panas di Gorontalo 

Di Gorontalo, Jusman membawa beberapa dagangan yakni damping keju, bakso udang, sapi kepiting hingga makanan frozen lainnya.

Kata Jusman, di dalam kegiatan seperti ini penjualannya bisa meningkat berkali-kali lipat.

Meskipun baru dua hari dirinya berjualan di kawasan Buper Bongohulawa.

Mengingat banyaknya peserta di kegiatan nasional, sehingga ia yakin penghasilannya bakal meningkat.

"Sehari seribu (Rp 1 juta), tapi kalau pameran bisa 7.000 (Rp 7 juta)," ungkapnya.

Jika pendapatannya selama Peran Saka di Gorontalo memuaskan, ia berencana untuk bertahan hingga kegiatan berakhir pada 9 November 2025. 

Baca juga: Peserta Peran Saka Nasional 2025 dari NTB Kaget dengan Suhu Panas Gorontalo

Namun, bila hasilnya kurang memuaskan, ia sudah menyiapkan rencana untuk berpindah ke lokasi lain.

"Kalau pendapatan rendah, saya langsung ke Tahuna di Sangir Talaud, Sulawesi Utara," pungkasnya. (*)

 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved