Pemkab Gorontalo
Plt Kadis Dikbud Gorontalo Sebut Porsenijar Jadi Ajang Cetak Guru Profesional dan Kreatif
Safwan menekankan bahwa Porsenijar adalah wadah bagi guru untuk mengasah kemampuan mereka tidak hanya dalam mengajar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Plt-Kadis-Dikbud-Kabupaten-Gorontalo-Safwan-Tahir-Bano-Senin-2292025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo bukan hanya sekadar ajang kompetisi biasa.
Di mata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, Safwan Tahir Bano, acara ini memiliki peran dalam mencetak guru yang profesional, kreatif, dan berbudaya.
Safwan menekankan bahwa Porsenijar adalah wadah bagi guru untuk mengasah kemampuan mereka tidak hanya dalam mengajar, tetapi juga di bidang olahraga dan seni.
Dengan kompetisi berjenjang dari tingkat kabupaten hingga nasional, guru didorong untuk menjadi sosok yang sportif, kompeten, dan berdaya saing.
"Guru tidak hanya meningkatkan kapabilitas di bidang pengajaran, tetapi juga di bidang olahraga dan seni," ujar Safwan kepada TribunGorontalo.com, Senin (22/9/2025).
"Ini adalah upaya kami untuk membangun kapasitas dan kualitas guru di masa depan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada prestasi siswa," tambahnya.
Dinas Dikbud memberikan dukungan penuh untuk memastikan kelancaran acara ini, mulai dari penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana.
Safwan menegaskan bahwa seluruh atlet, wasit, dan penyelenggara acara adalah guru, menunjukkan komitmen kuat dari komunitas pendidikan di Gorontalo.
Porsenijar juga diharapkan dapat menjadi katalisator sinergi dan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi.
Ia berharap, para guru dapat terus meningkatkan profesionalisme mereka dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.
"Yang terpenting dalam kompetisi adalah sportivitas. Jika menang, alhamdulillah. Jika kalah, harus mengakui kekalahan," tutup Safwan.
Baca juga: ASN Kabupaten Gorontalo Dilarang Flexing, Bupati: Hidup Mewah Silakan tapi Jangan Pamer
Sekilas tentang Porsenijar
Porsenijar adalah singkatan dari Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai ajang kompetisi bagi para guru dan tenaga pendidik.
Wakil Ketua III PGRI, Sutrisno Yunus, menjelaskan Porsenijar digelar empat tahun sekali.
Tahun ini menjadi partisipasi keenam bagi kontingen Kabupaten Gorontalo.
Ia menjelaskan bahwa tahun kontingen Porsenijar Kabupaten Gorontalo 2025 terdiri dari 52 atlet dan 20 ofisial, dengan total 74 orang.
“Kami menargetkan catur bisa sampai ke tingkat nasional, demikian juga untuk pembelajaran mendalam, serta beberapa cabang bulu tangkis dan vokalia putra dan putri,” ujar Sutrisno.
Jadwal dan Lokasi Pertandingan
Porsenijar PGRI Kabupaten Gorontalo akan berlangsung mulai 22 Oktober hingga 25 Oktober 2025 di tiga lokasi berbeda:
- Gedung Guru PGRI Kabupaten Gorontalo
- Gedung Bulu Tangkis Agrindo
- SMP Negeri 1 Limboto untuk pertandingan tenis meja.
Sutrisno juga menyampaikan bahwa pada kompetisi empat tahun lalu, kontingen Gorontalo berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjadi juara nasional pada cabang paduan suara dan vokalia.
Tahun ini, pihak panitia akan fokus pada pengembangan pembelajaran mendalam sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi dan profesionalisme guru.
Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Untuk mendukung program ini, kami juga melaksanakan kegiatan GTK Transformatif di Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo,” jelas Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo tersebut.
Porsenijar PGRI tahun ini akan melombakan tiga bidang utama antara lain:
- olahraga: Catur, bulu tangkis, dan tenis meja.
- seni: Vokalia tunggal (menyanyi solo), paduan suara, dan konten kreator video.
- pembelajaran: Lomba yang berfokus pada inovasi pembelajaran. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.