Gorontalo Hari Ini
Pelayanan Puskesmas Dungaliyo Dikeluhkan Warga, Kapus dan Dinkes Kabupaten Gorontalo Buka Suara
Layanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, menjadi sorotan setelah seorang warga menyampaikan keluhannya
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sudirman-M-Umar-Kepala-Puskesmas-Dungaliyo.jpg)
Terkait dugaan dokter marah, Sudirman menegaskan itu hanya soal gaya komunikasi.
"Dokter tidak marah. Nada bicaranya memang begitu, beliau sudah lama bertugas di sini," ujarnya.
Mengenai stik pemeriksaan yang disebut habis, Sudirman membenarkan stok di laboratorium kosong, namun stik sebenarnya tersedia di ruangan Program Penyakit Tidak Menular (PTM).
"Waktu petugas hendak mengambil stik, pasien sudah terlanjur ke apotek. Karena itu, resep dari dokter belum sempat diinput," jelasnya.
Secara terpisah, dokter yang menangani pasien, Windy Tjoe, juga membantah niat untuk membentak.
"Saya bukan marah-marah. Mungkin nada suara atau gaya komunikasi saya yang dianggap kurang menyenangkan. Saya hanya mensupport ibu itu, saya bilang, ibu harus kuat, harus makan karena punya dua anak kecil. Jadi tidak ada niat saya membentak," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail T Akase, mengakui bahwa keluhan masyarakat adalah hal yang wajar dalam layanan publik.
"Ini menjadi hal yang harus kita evaluasi juga untuk perbaikan ke depan. Teman-teman sudah turun ke sana dalam rangka melakukan investigasi," kata Ismail.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi tenaga kesehatan dengan pasien.
"Komunikasi itu penting, karena pasien yang datang sudah dalam kondisi sakit dan lemah. Kami akan evaluasi hal ini agar pelayanan benar-benar bisa dirasakan baik oleh masyarakat," tegasnya.
(tribungorontalo.com/jp)