Berita Gorontalo
Warga Desa Ulapato B Gorontalo Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak Demi Akses Antar Desa
Warga Dusun 2 Desa Ulapato B kompak bergotong royong memperbaiki jembatan kayu rapuh, wujud kebersamaan yang jadi napas kehidupan desa.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jemabatan-Desa-Ulapato-B.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di pagi yang cerah, Warga Dusun 2, Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo berkumpul bersama dengan rasa semangat yang sama.
Mereka bergotong royong memperbaiki jembatan rusak yang menjadi akses vital warga.
Dengan peralatan seadanya dan dari dana swadaya, warga mengganti papan lama dengan batang kayu baru.
Mereka terlihat membawa parang, palu hingga gergaji dari rumah masing-masing.
Suasana kebersamaan begitu terasa, semua bahu-membahu demi jalur penghubung yang lebih aman.
Baca juga: Inilah Hak dan Kewajiban PPPK Paruh Waktu 2025 yang Penting Dipahami Honorer Sebelum Bertugas
Jembatan ini bukan hanya sebagai penghubung antar desa, namun keberadaannya bisa menjadi jalur kehidupan warga.
Selain menghubungkan Desa Ulapato B dengan Desa Modelidu, Desa Dulamayo, hingga sejumlah desa lain di sekitarnya.
Di jembatan itu juga menjadi akses untuk petani membawa hasil panen, anak-anak melintas dan juga masyarakat lainnya.
Sebelum diperbaiki, kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Papan yang sudah lapuk dan berlubang membuat pengendara motor harus lebih berhati-hati sementara pejalan kaki terutama anak-anak melangkah dengan rasa was-was.
Baca juga: Bisa Panas Berlebih, Xiaomi Recall Powerbank 20.000 mAh, Ini Cara Ceknya
“Kalau tidak segera diperbaiki, bisa berbahaya bagi orang yang lewat, apalagi anak sekolah yang setiap hari melintasi jembatan ini,” ujar Pamin Usman, warga setempat.
Hal serupa juga disampaikan Nurholis Muhamad, warga Desa Ulapato B, Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, warga tidak bisa lagi menunggu bantuan pemerintah karena kerusakan jembatan sudah terlalu mendesak
“Ini bentuk kepedulian warga. Kalau hanya menunggu bantuan pemerintah, mungkin butuh waktu lama. Jadi masyarakat berinisiatif bergotong royong demi keselamatan bersama,” ungkap Nurholis.
Semangat gotong royong itu tak hanya melibatkan kaum laki-laki namun para ibu rumah tangga pun hadir, menyiapkan minuman dan makanan untuk para pekerja.