Pohon Tumbang di Gorontalo
Cerita 2 Siswa SMPN 1 Tilango Gorontalo Selamat dari Insiden Pohon Tumbang
Suasana belajar di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, berubah mencekam pada Senin (1/9/2025) ketika sebuah pohon besar tumbang
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nurain-Hasan-dan-Alya-Mahajani.jpg)
Seorang guru Matematika yang menjadi korban juga masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Kondisinya kepalanya agak sakit dan menunggu CT scan dari rumah sakit," pungkas Sutirman.
Baca juga: Polda Gorontalo Periksa Mahasiswa, Telusuri Provokator hingga Perusak Pos Polisi
Kondisi korban
Kondisi para siswa SMP Negeri 1 Tilango yang menjadi korban insiden pohon tumbang mulai membaik.
Dari 12 siswa yang sempat dirawat, tujuh di antaranya sudah kembali ke sekolah, sementara lima lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Tilango.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tilango, Sutirman Kaharu, menjelaskan bahwa para siswa baik-baik saja dan telah mendapatkan layanan psikolog dari Pemerintah Daerah.
Layanan ini dinilai sangat membantu pemulihan mental siswa yang mengalami trauma pasca-kejadian.
Namun, kondisi berbeda dialami oleh seorang guru matematika.
Guru tersebut masih dirawat intensif di rumah sakit dan sedang menunggu hasil CT scan karena mengalami sakit di bagian kepala.
Sutirman menduga, posisi guru yang sedang berdiri saat mengajar menjadi alasan mengapa hanya ia yang tertimpa plafon, sementara para siswa yang berada di bawah meja berhasil selamat.
"Plafonnya itu tertimpa sama dia semua, karena dia menutupi gurunya, sehingga anak-anak terbebas dari plafon," ungkapnya.
Meskipun ruang kelas rusak dan guru masih dirawat, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan menggunakan ruang cadangan dan dukungan psikologis untuk para siswa.
(Tribungorontalo.com/jp)