Demo Mahasiswa Gorontalo
Bupati Gorontalo, Ketua DPRD, hingga Kapolres Duduk Bersila Tanda Tangani Pakta Integritas
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, hingga Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo duduk bersila
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pemkab-tanda-tangani-Pakta-Integritas.jpg)
Tak hanya itu, mereka juga menyinggung tindakan represif kepolisian di Jakarta yang dinilai merugikan masyarakat.
"Kita hadir di sini sebagai bentuk kekecewaan terhadap anggota legislatif," ujar orator dengan lantang.
Mereka merasa kecewa karena sebagian anggota DPR dianggap tidak berpihak pada rakyat.
Beberapa saat kemudian, massa mulai bergerak memasuki halaman kantor DPRD. Di lokasi, aparat kepolisian dan TNI telah bersiaga, namun tidak satu pun terlihat membawa pentungan atau peralatan lain.
Kelompok massa yang berasal dari GMNI, KAMMI, hingga HMI ini diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang.
Dalam orasinya, mereka meminta aparat untuk tidak bertindak represif dan memastikan aksi mereka berjalan damai.
"Kami tidak akan membakar kantor DPRD, tenang saja," tegas orator, mengapresiasi sikap aparat yang tidak membawa senjata.
Namun, mereka tetap menyesalkan insiden represif yang terjadi di Jakarta dan menyerukan, "Kami meminta Presiden Prabowo agar segera mencopot Kapolri!"
Hingga pukul 14.34 Wita, kepulan asap hitam mengepul di depan kantor DPRD.
Di tengah teriknya matahari, suara orator tetap lantang mengkritik para wakil rakyat. "Jika ada kebijakan yang dirasakan rakyat, maka hari ini kita tidak akan datang di sini," pungkasnya. (*)