Rabu, 11 Maret 2026

Berita Internasional

Total 140 Tentara Amerika Terluka Sejak Perang dengan Iran Dimulai, Meninggal 7 Orang

Departemen Pertahanan Amerika Serikat melaporkan sekitar 140 tentara AS mengalami luka sejak operasi militer terhadap Iran

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Total 140 Tentara Amerika Terluka Sejak Perang dengan Iran Dimulai, Meninggal 7 Orang
TribunGorontalo.com
PERANG -- Jenazah enam tentara AS yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Iran di Kuwait dikembalikan ke AS dalam upacara pemindahan yang terhormat di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, pada hari Sabtu. Keenam anggota Cadangan Angkatan Darat tersebut meninggal pada 1 Maret ketika sebuah pesawat tak berawak menghantam pusat komando di Port Shuaiba, Kuwait, satu hari setelah AS dan Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran. Foto oleh Leigh Vogel/UPI. 
Ringkasan Berita:
  • Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung 11 hari menyebabkan sekitar 140 tentara AS terluka dan tujuh lainnya tewas akibat serangan balasan Iran. 
  • Konflik juga meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk Israel, Lebanon, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, dengan korban jiwa terus bertambah serta ratusan ribu warga mengungsi. 
  • Ketegangan ini turut mengguncang pasar energi dunia setelah Iran berupaya mengganggu jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Perang antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas memasuki hari ke-11.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat melaporkan sekitar 140 tentara AS mengalami luka sejak operasi militer terhadap Iran dimulai bulan lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 personel militer sudah kembali bertugas setelah mengalami luka ringan.

Namun delapan tentara dilaporkan mengalami luka serius dan saat ini mendapatkan perawatan medis intensif.

Selain korban luka, tujuh tentara AS juga dilaporkan tewas akibat serangan balasan Iran.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan sebagian besar korban luka hanya mengalami cedera ringan.

Baca juga: Update Harga Emas Pegadaian 11 Maret 2026: UBS Rp3,1 Juta, Galeri24 Rp3,08 Juta

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih sebelumnya menyebutkan jumlah tentara yang terluka dalam pertempuran mencapai sekitar 150 orang.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan ia berharap perang dapat berakhir dalam waktu dekat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa operasi militer akan terus dilakukan untuk mengakhiri ancaman yang dianggap sudah berlangsung lama.

“Kami membuat kemajuan besar untuk menyelesaikan tujuan militer kami,” kata Trump.

Dalam dua hari pertama setelah serangan awal ke Iran diluncurkan, Pentagon dilaporkan menghabiskan sumber daya militer senilai 5,6 miliar dolar AS.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan menyebut hari Selasa akan menjadi hari dengan serangan paling intens terhadap Iran.

Serangan Meluas ke Kawasan Timur Tengah

Ketegangan konflik juga meluas ke sejumlah negara di Timur Tengah.

Iran melancarkan serangan baru ke Israel serta beberapa negara Arab di Teluk, sementara Israel membalas dengan serangan udara ke Iran dan Lebanon, tempat kelompok militan Hezbollah juga terlibat pertempuran.

Warga di Teheran melaporkan sejumlah serangan udara paling berat selama perang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Listrik di sejumlah kawasan terputus, dan beberapa bangunan permukiman dilaporkan terkena serangan.

Situasi yang memburuk membuat puluhan ribu warga Iran memilih mengungsi ke wilayah pedesaan untuk mencari perlindungan.

Korban Bertambah di Negara Teluk

Di Uni Emirat Arab, dua orang dilaporkan tewas setelah sembilan drone menyerang wilayah tersebut.

Serangan juga memicu kebakaran di kota industri Ruwais yang menjadi pusat industri petrokimia.

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, serangan terkait konflik ini telah menewaskan enam orang dan melukai 122 lainnya di negara tersebut.

Baca juga: Prakiraaan Cuaca BMKG Hari Ini Rabu 11 Maret 2026:Kabupaten Gorontalo-Boalemo Berpotensi Hujan

Sementara di Bahrain, sebuah serangan Iran menghantam bangunan tempat tinggal di ibu kota Manama, menewaskan seorang perempuan berusia 29 tahun dan melukai delapan orang.

Kementerian Pertahanan Bahrain menyatakan pihaknya telah mencegat lebih dari 100 rudal balistik dan 175 drone sejak perang dimulai.

Sirene peringatan juga terdengar di Yerusalem, sementara ledakan terdengar di Tel Aviv ketika sistem pertahanan udara Israel mencegat serangan dari Iran.

Kelompok Hezbollah juga dilaporkan menembakkan rudal ke wilayah Israel.

AS dan Iran Saling Ancam

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa gelombang serangan terhadap Iran akan semakin intensif.

Ia menyebut operasi militer terbaru melibatkan lebih banyak pesawat tempur, pembom, dan sistem intelijen yang lebih canggih.

Kepala Staf Gabungan militer AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan pasukan Amerika telah menyerang lebih dari 5.000 target di Iran sejak perang dimulai.

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap menunjukkan sikap menantang.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan negaranya tidak mencari gencatan senjata.

“Kami percaya agresor harus diberi pelajaran agar tidak pernah berpikir menyerang Iran lagi,” ujarnya.

Pejabat keamanan tinggi Iran, Ali Larijani, bahkan memperingatkan Presiden Trump agar berhati-hati dengan ancaman terhadap Iran.

Dampak Ekonomi dan Krisis Energi

Konflik juga mulai berdampak pada pasar energi global. Iran menargetkan infrastruktur minyak dan bahkan berupaya menghentikan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Garda Revolusi Iran menyatakan tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari kawasan tersebut menuju pihak yang dianggap sebagai musuh hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, menyatakan sejumlah kapal tanker kini dialihkan jalurnya untuk menghindari Selat Hormuz.

Para analis memperingatkan jika gangguan ini berlangsung lama, dampaknya bisa serius bagi ekonomi global.

Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Badan Pengungsi PBB melaporkan lebih dari 667.000 orang di Lebanon telah terdaftar sebagai pengungsi akibat konflik ini. Lebih dari 85.000 orang juga telah menyeberang ke Suriah.

Sejumlah negara juga mulai mengevakuasi warganya dari kawasan Teluk Persia.

Pemerintah Inggris menyebut lebih dari 45.000 warganya telah meninggalkan wilayah tersebut, sementara sekitar 40.000 warga Amerika juga telah kembali ke negaranya.

Perang yang terus meluas ini kini tidak hanya menjadi konflik antara dua negara, tetapi juga memicu ketegangan besar di seluruh kawasan Timur Tengah dengan dampak global yang semakin terasa.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved