Berita Internasional
Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat
Serangan udara mengguncang ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu siang, dengan kepulan asap terlihat membubung dari kawasan pusat kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SERANGAN-Serangan-udara-mengguncang-Teheran-pada-Sabtu-siang.jpg)
Ia melihat peluang menekan Teheran di tengah kondisi dalam negeri yang diwarnai ketidakpuasan publik dan gelombang protes nasional.
Di sisi lain, Iran berharap dapat menghindari perang, namun tetap bersikukuh memiliki hak untuk memperkaya uranium.
Teheran juga menolak membahas isu lain seperti program rudal jarak jauhnya maupun dukungan terhadap kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hezbollah.
Belum jelas apakah Iran akan segera melakukan serangan balasan.
Namun sebelumnya, Teheran telah memperingatkan bahwa personel dan pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan akan menjadi target jika terjadi pembalasan.
Menteri Pertahanan negara yang melancarkan operasi tersebut, Israel Katz, menggambarkan serangan itu sebagai langkah “untuk menghilangkan ancaman.” Ia tidak merinci lebih lanjut maksud pernyataannya.
Di wilayah negara penyerang, sejumlah rumah sakit dilaporkan mengaktifkan protokol darurat, termasuk memindahkan pasien dan prosedur operasi ke fasilitas bawah tanah sebagai langkah antisipasi.
Saksi mata di Teheran mengaku mendengar ledakan pertama terjadi di dekat kantor Khamenei. Televisi pemerintah Iran kemudian melaporkan terjadinya ledakan tersebut tanpa menjelaskan penyebabnya.
Pada saat yang sama, sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah negara yang terlibat operasi militer tersebut, yang juga menutup wilayah udaranya. Militer setempat menyatakan telah mengeluarkan “peringatan proaktif untuk mempersiapkan masyarakat atas kemungkinan peluncuran rudal.”
Ledakan-ledakan tambahan kembali mengguncang Teheran setelah operasi militer diumumkan berlangsung. Otoritas Iran belum memberikan keterangan resmi mengenai korban jiwa maupun dampak kerusakan.
Sementara itu, Iran juga menutup wilayah udaranya dan layanan telepon seluler dilaporkan terputus.
Peringatan kepada para pilot dikeluarkan ketika ledakan masih terdengar di ibu kota, menandai eskalasi serius dalam ketegangan yang telah lama membara di kawasan Timur Tengah. (*)