Berita Internasional
Dokumen Baru Epstein Terkuat! PM Inggris Minta Maaf, Dubes untuk Amerika Mundur
PM Inggris Keir Starmer menyetujui untuk membuka proses seleksi internal Partai Buruh dalam penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BERKAS-Skandal-hubungan-Peter-Mandelson-dengan-Jeffrey-Epstein.jpg)
Mandelson mengaku tidak mengingat menerima dana tersebut dan menyatakan akan menelusuri keabsahan dokumen tersebut.
Selain itu, email pada 2010 menunjukkan Mandelson diduga membocorkan informasi terkait rencana bailout perbankan Uni Eropa senilai 500 miliar euro sebelum kebijakan tersebut diumumkan secara resmi.
Jika terbukti, tindakan tersebut dapat tergolong pelanggaran serius dalam jabatan publik dan di Inggris dapat dikenai hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Kementerian Luar Negeri Inggris sebelumnya juga telah mencopot Mandelson dari jabatan duta besar setelah ditemukan bukti tambahan mengenai kedekatannya dengan Epstein.
Kepolisian Inggris kini telah membuka penyelidikan pidana terkait dugaan pelanggaran jabatan publik.
Di tengah tekanan politik yang meningkat, Starmer berjanji akan mempublikasikan dokumen terkait proses penunjukan Mandelson, kecuali yang berkaitan dengan keamanan nasional, hubungan internasional, atau penyelidikan polisi yang sedang berjalan.
Ia juga memerintahkan peninjauan mendesak terhadap seluruh kontak Mandelson dengan Epstein selama menjabat di pemerintahan.
Skandal ini memicu kritik keras dari oposisi Partai Konservatif yang mempertanyakan penilaian politik Starmer.
Sejumlah anggota parlemen bahkan mendesak Starmer untuk mengundurkan diri karena dianggap lalai dalam proses seleksi pejabat penting negara.
(*)