Update Geopolitik

Apa yang Akan Terjadi Jika Amerika Serikat Benar-benar Menyerang Iran?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman aksi militer terhadap Iran.

Editor: Wawan Akuba
Kompas.com
TEMPUR -- Kapal tempur Amerika saat menuju perairan Iran. 
Ringkasan Berita:
  • Donald Trump kembali mengancam aksi militer terhadap Iran dan mendesak Teheran segera mencapai kesepakatan, seiring pengerahan armada besar AS ke Timur Tengah. 
  • Washington menilai opsi serangan terbatas masih terbuka, meski khawatir akan balasan Iran terhadap pangkalan dan sekutu AS di kawasan. 
  • Para analis memperingatkan risiko salah perhitungan yang dapat memicu konflik lebih luas di tengah krisis internal Iran.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman aksi militer terhadap Iran.

Ia mendesak Republik Islam itu segera mencapai kesepakatan atau menghadapi konsekuensi, dengan menyebut “armada besar” militer AS telah bergerak menuju kawasan Timur Tengah.

Trump mengatakan waktu Iran semakin menipis untuk menghindari pengulangan serangan terhadap fasilitas nuklirnya seperti yang terjadi musim panas lalu.

Ia bahkan memperingatkan bahwa serangan kali ini akan jauh lebih buruk.

Amerika Serikat terus mendorong kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran, meski sebelumnya mengklaim telah menghancurkannya melalui kampanye pengeboman pada Juni tahun lalu.

Sejumlah pejabat AS khawatir program tersebut tidak sepenuhnya musnah dan kini sedang dibangun kembali.

Baca juga: Iran dan AS Akui Sedang Berunding, Armada Perang AS Siaga di Perairan Teheran

Iran membantah tengah mengembangkan bom nuklir, namun menyatakan terbuka untuk berunding.

Pengerahan kelompok tempur kapal induk ke kawasan memberikan Trump lebih banyak opsi militer dibandingkan awal bulan ini, ketika ia menyatakan dukungan terhadap demonstran anti-pemerintah Iran yang menjadi korban penindasan aparat.

Namun, langkah tersebut juga meningkatkan kekhawatiran akan serangan balasan Iran terhadap pangkalan dan sekutu AS di kawasan.

Sejumlah analis menilai Trump tengah memainkan strategi tekanan maksimum untuk memaksa Iran bernegosiasi, sembari tetap membuka jalan keluar agar dapat mengklaim keberhasilan diplomatik tanpa harus terjerumus dalam perang terbuka.

Baca juga: Iran dan AS Akui Sedang Berunding, Armada Perang AS Siaga di Perairan Teheran

Namun, risiko salah perhitungan tetap besar dan bisa memicu eskalasi konflik dalam waktu singkat.

Amerika Serikat disebut memiliki opsi melakukan serangan terbatas ke pangkalan militer atau fasilitas nuklir Iran guna menekan Teheran.

Meski dapat menekan korban sipil, langkah ini berpotensi dibalas Iran melalui serangan terbatas ke kepentingan AS di kawasan.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan menolak memberikan akses wilayah udara atau pangkalan mereka untuk serangan ke Iran, sehingga mempersempit pilihan Washington.

Di sisi lain, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Shamkhani, memperingatkan bahwa serangan AS akan dibalas dengan respons “belum pernah terjadi sebelumnya” dan dianggap sebagai awal perang.

Iran dinilai lebih mungkin membalas secara asimetris, seperti menekan jalur pelayaran, menyerang kepentingan AS melalui perantara, atau melancarkan serangan siber.

Baca juga: AS Siap Serang Iran Akhir Pekan Ini? Pejabat Militer Bocorkan Rencana ke Sekutu Timur Tengah

Para ahli menegaskan bahwa bahaya terbesar terletak pada salah kalkulasi yang dapat menyeret kedua pihak ke konflik yang lebih luas.

Di tengah ketegangan eksternal, Iran juga menghadapi tekanan internal akibat krisis ekonomi dan gelombang protes besar.

Sejumlah sumber menyebut Trump mempertimbangkan serangan yang dapat memicu perubahan rezim, namun para analis menilai langkah tersebut berisiko tinggi dan belum tentu mendapat dukungan luas dari rakyat Iran.


(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 02 Maret 2026 (12 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:15
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:15

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved