Sabtu, 7 Maret 2026

Sains Populer

Ilmuwan Temukan Penyebab Tersembunyi Penyakit Jantung, Bukan Kolesterol atau Tekanan Darah

Selama bertahun-tahun, dunia medis telah berjuang keras melawan penyakit jantung. Dokter membantu pasien mengendalikan diabetes, menurunkan

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ilmuwan Temukan Penyebab Tersembunyi Penyakit Jantung, Bukan Kolesterol atau Tekanan Darah
Shutterstock/
JANTUNG -- Para ilmuwan University of Michigan menemukan protein suPAR sebagai penyebab tersembunyi penyakit jantung 
Ringkasan Berita:
  • Para ilmuwan University of Michigan menemukan protein suPAR sebagai penyebab tersembunyi penyakit jantung yang tetap menyerang meski kolesterol dan tekanan darah sudah normal. 
  • Penelitian ini membuktikan bahwa kadar suPAR tinggi memicu peradangan kronis yang merusak pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis. 
  • Temuan yang dipublikasikan di Journal of Clinical Investigation ini membuka peluang pengobatan baru karena terapi jantung saat ini belum menyasar suPAR.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Selama bertahun-tahun, dunia medis telah berjuang keras melawan penyakit jantung.

Dokter membantu pasien mengendalikan diabetes, menurunkan tekanan darah, serta menekan kadar kolesterol jahat.

Obat-obatan seperti aspirin dan statin telah digunakan secara luas dan terbukti membantu mengurangi risiko.

Namun, di tengah berbagai upaya tersebut, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu. 

Fakta ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa serangan jantung tetap terjadi, bahkan pada orang-orang yang kadar kolesterol dan tekanan darahnya sudah terkontrol dengan baik?

Baca juga: Ini Alasan Gorontalo Tak Punya UMK yang Biasanya Lebih Tinggi dari UMP 2026

Kini, para ilmuwan dari University of Michigan menemukan jawaban baru yang mengejutkan.

Mereka mengidentifikasi sebuah protein bernama suPAR (soluble urokinase plasminogen activator receptor) yang diduga menjadi penyebab tersembunyi mengapa penyakit jantung begitu sulit dicegah.

Protein suPAR diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh dan ternyata memainkan peran penting dalam proses aterosklerosis, yakni kondisi ketika pembuluh darah mengeras dan menyempit.

Aterosklerosis inilah yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Penyakit aterosklerosis diketahui memengaruhi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak di dinding arteri.

Selama ini, dokter memahami bahwa tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi mempercepat proses tersebut.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kadar suPAR yang tinggi juga dapat menjadi pemicu utama.

SuPAR berasal dari sumsum tulang dan berfungsi mengatur aktivitas sistem imun. Masalah muncul ketika kadar suPAR dalam tubuh terlalu tinggi.

Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh tetap aktif secara terus-menerus, menyebabkan peradangan kronis.

Peradangan jangka panjang inilah yang merusak dinding arteri dan membuatnya lebih mudah tersumbat oleh plak.

Menariknya, penelitian ini menjadi yang pertama membuktikan bahwa suPAR bukan sekadar penanda penyakit jantung, melainkan benar-benar menjadi penyebab langsung jika kadarnya berlebihan.

Untuk membuktikan temuan tersebut, para peneliti menganalisis data kesehatan lebih dari 5.000 orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan kadar suPAR tinggi lebih berisiko mengalami aterosklerosis, meskipun tekanan darah dan kolesterol mereka berada dalam batas normal.

Penelitian kemudian diperluas dengan menelaah data genetik dari 24.000 orang. Para ilmuwan menemukan bahwa gen bernama PLAUR berperan dalam mengontrol produksi suPAR.

Orang-orang yang memiliki varian tertentu dari gen ini cenderung memiliki kadar suPAR lebih tinggi, sekaligus risiko penyakit jantung yang lebih besar.

Untuk memperkuat bukti ilmiah, tim peneliti menggunakan metode Mendelian randomization dengan data dari 500.000 orang di Inggris.

Metode ini membantu membuktikan bahwa suPAR bukan hanya berkaitan dengan penyakit jantung, melainkan secara langsung menyebabkannya.

Tak berhenti di situ, pengujian juga dilakukan pada hewan percobaan. Tikus dengan kadar suPAR tinggi terbukti mengalami penyumbatan pembuluh darah yang lebih parah dibandingkan tikus dengan kadar normal.

Hasil ini menjadi bukti kuat bahwa suPAR benar-benar merusak arteri.

Temuan ini dinilai sangat penting karena pengobatan penyakit jantung saat ini tidak menargetkan suPAR.

Obat penurun kolesterol seperti statin tidak berpengaruh terhadap protein ini.

Oleh sebab itu, para ilmuwan kini mulai mengembangkan obat baru yang secara khusus dapat menurunkan kadar suPAR, terutama bagi pasien yang tetap berisiko mengalami serangan jantung meskipun telah menjalani pengobatan standar dan gaya hidup sehat.

Penelitian ini juga menemukan keterkaitan erat antara suPAR dan penyakit ginjal.

Banyak penderita penyakit ginjal diketahui juga mengalami penyakit jantung, dan protein ini diduga menjadi penghubung utama antara keduanya.

Jika suPAR dapat ditangani, maka potensi pengobatan untuk dua penyakit serius ini sekaligus menjadi terbuka.

Studi ini dipimpin oleh Dr. Salim Hayek dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Journal of Clinical Investigation.

Para peneliti meyakini, temuan ini berpotensi mengubah cara dunia medis memandang dan menangani penyakit jantung.

Dengan menargetkan suPAR, ilmuwan berharap dapat menghadirkan terapi yang lebih efektif bagi jutaan orang di seluruh dunia yang berisiko mengalami serangan jantung dan stroke, bahkan ketika faktor risiko klasik sudah berada dalam kendali.

Bagi masyarakat yang peduli kesehatan, para peneliti juga menyarankan untuk terus mengikuti perkembangan studi terkait kesehatan jantung, termasuk penelitian mengenai suplemen lithium dosis rendah, konsumsi telur, hubungan kentang dengan tekanan darah, serta jenis roti terbaik bagi penderita penyakit jantung.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 07 Maret 2026 (17 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved